<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Kita Semua Ndeso?</title>
	<atom:link href="http://fnoor.wordpress.com/2008/05/02/kita-semua-ndeso/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fnoor.wordpress.com/2008/05/02/kita-semua-ndeso/</link>
	<description>SEES WITH HEART - HEARS WITH SOUL - TALKS WITH EYE</description>
	<lastBuildDate>Thu, 31 Dec 2009 02:34:00 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Ina</title>
		<link>http://fnoor.wordpress.com/2008/05/02/kita-semua-ndeso/#comment-223</link>
		<dc:creator>Ina</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 14:04:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fnoor.wordpress.com/?p=63#comment-223</guid>
		<description>Saya jadi ingat akan salah satu buku favorit saya &#039;Bila Nurani Bicara&#039; karya penulis Amelia Naim Indrajaya.Beliau menulis ttg pengalamannya tinggal di Colorado selama menyelesaikan kuliah master -dan menemani suaminya menyelesaikan kuliah doktoral-nya. Disana dia banyak menemui paradoks2 perilaku masyarakat sana dengan orang2 pendatang seperti mahasiswa2 dr Indonesia. Contohnya anak seorang pegawai negeri di RI yang berkuliah disana ulang tahun dgn mentraktir teman2nya di resto elit, pakai mobil keren, nggak ketinggalan jg pakai gelang berlian. Padahal, teman Amelia yang asli colorado, anak pejabat sebuah perusahaan top mending makan pasta makaroni buatan sendiri daripada beli pizza, untuk berhemat. Lalu ada saudara angkat Amelia yang asli sana jg yg lebih baik menjual darahnya untuk biaya kuliah daripada menerima sokongan dari orang tuanya. Speechless..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya jadi ingat akan salah satu buku favorit saya &#8216;Bila Nurani Bicara&#8217; karya penulis Amelia Naim Indrajaya.Beliau menulis ttg pengalamannya tinggal di Colorado selama menyelesaikan kuliah master -dan menemani suaminya menyelesaikan kuliah doktoral-nya. Disana dia banyak menemui paradoks2 perilaku masyarakat sana dengan orang2 pendatang seperti mahasiswa2 dr Indonesia. Contohnya anak seorang pegawai negeri di RI yang berkuliah disana ulang tahun dgn mentraktir teman2nya di resto elit, pakai mobil keren, nggak ketinggalan jg pakai gelang berlian. Padahal, teman Amelia yang asli colorado, anak pejabat sebuah perusahaan top mending makan pasta makaroni buatan sendiri daripada beli pizza, untuk berhemat. Lalu ada saudara angkat Amelia yang asli sana jg yg lebih baik menjual darahnya untuk biaya kuliah daripada menerima sokongan dari orang tuanya. Speechless..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fnoor</title>
		<link>http://fnoor.wordpress.com/2008/05/02/kita-semua-ndeso/#comment-214</link>
		<dc:creator>fnoor</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 May 2008 04:47:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fnoor.wordpress.com/?p=63#comment-214</guid>
		<description>Wa&#039;alaikumsalam rekan Marwan,

Saya pribadi sebenarnya kurang terlalu sreg dgn istilah ndeso ini krn seolah2 masyarakat kampung derajatnya lbh rendah dari masyarakat kota. Padahal pada kenyataannya perilaku warga &quot;ndeso sungguhan&quot; banyak yg jauh lebih mulai dari kita yg orang kota yg sudah berlumut dgn kemunafikan. ;-)

Salam alumni...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wa&#8217;alaikumsalam rekan Marwan,</p>
<p>Saya pribadi sebenarnya kurang terlalu sreg dgn istilah ndeso ini krn seolah2 masyarakat kampung derajatnya lbh rendah dari masyarakat kota. Padahal pada kenyataannya perilaku warga &#8220;ndeso sungguhan&#8221; banyak yg jauh lebih mulai dari kita yg orang kota yg sudah berlumut dgn kemunafikan. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Salam alumni&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: marwan</title>
		<link>http://fnoor.wordpress.com/2008/05/02/kita-semua-ndeso/#comment-213</link>
		<dc:creator>marwan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 23:57:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fnoor.wordpress.com/?p=63#comment-213</guid>
		<description>aslkm mas noor..
wah ternyata kk kelas di MM yaah,,salam kenal..
tulisannya menarik euy, setelah dipikir2 jadi taw sebenarnya yang Deso itu sapa,hihihihi...
kalo misalnya angkutan umum indonesia dari segi keamanan dan ketertiban sama dengan di Jepang n australia,,nurut saya orang2 dsni pada umumnya, maw kok naek kendaraan umum dari pada kendaraan pribadi...yah berhubung g aman dan g nyaman di jalan ajah yg membuat byk yg lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi...walaupun lebih banyak yang gengsi juga siih,,,hihihi...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aslkm mas noor..<br />
wah ternyata kk kelas di MM yaah,,salam kenal..<br />
tulisannya menarik euy, setelah dipikir2 jadi taw sebenarnya yang Deso itu sapa,hihihihi&#8230;<br />
kalo misalnya angkutan umum indonesia dari segi keamanan dan ketertiban sama dengan di Jepang n australia,,nurut saya orang2 dsni pada umumnya, maw kok naek kendaraan umum dari pada kendaraan pribadi&#8230;yah berhubung g aman dan g nyaman di jalan ajah yg membuat byk yg lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi&#8230;walaupun lebih banyak yang gengsi juga siih,,,hihihi&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fnoor</title>
		<link>http://fnoor.wordpress.com/2008/05/02/kita-semua-ndeso/#comment-211</link>
		<dc:creator>fnoor</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 13:21:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fnoor.wordpress.com/?p=63#comment-211</guid>
		<description>Susahnya kalau paradoks perilaku ini sdh jadi budaya ya Pak. Perilaku yg sebenarnya tdk normalpun seolah2 terlihat normal.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Susahnya kalau paradoks perilaku ini sdh jadi budaya ya Pak. Perilaku yg sebenarnya tdk normalpun seolah2 terlihat normal.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sjafri mangkuprawira</title>
		<link>http://fnoor.wordpress.com/2008/05/02/kita-semua-ndeso/#comment-209</link>
		<dc:creator>sjafri mangkuprawira</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 23:37:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fnoor.wordpress.com/?p=63#comment-209</guid>
		<description>itulah yang bisa dikatakan sebagai paradoks suatu kehidupan.......paradoks perilaku......paradoks sikap.....mengapa masyarakat seperti itu....karena sebagaian besar pemimpin kita juga paradoks.....ketika musim kampanye maka sangat luar biasa penuh dengan janji dan keramahan totalnya hanya untuk meraih suara.......namun setelah itu????</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>itulah yang bisa dikatakan sebagai paradoks suatu kehidupan&#8230;&#8230;.paradoks perilaku&#8230;&#8230;paradoks sikap&#8230;..mengapa masyarakat seperti itu&#8230;.karena sebagaian besar pemimpin kita juga paradoks&#8230;..ketika musim kampanye maka sangat luar biasa penuh dengan janji dan keramahan totalnya hanya untuk meraih suara&#8230;&#8230;.namun setelah itu????</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
