Andrea Hirata – Menulis Karena Janji
Pagi itu, hujan deras turun membasahi bumi. Atap sekolah yang sudah tua tidak mampu lagi menahan derasnya air hujan. Ruang kelas pun tak jauh berbeda dengan kondisi di luar, basah. Ikal dan kesembilan temannya terpojok di sudut kelas tak berdaya. Namun di tengah suasana yang kuyup tiba-tiba dari arah lapangan sekolah melintas sosok perempuan. Berpayung setangkai daun pisang, perempuan itu menembus hujan menuju ke arah sepuluh anak yang menantinya dengan wajah berbinar. Dia adalah NA Muslimah Hafsari, guru satu-satunya di sekolah itu. Continue reading →
Komentar Terbaru