Pendidikan Gratis

Awal tahun 2008 dunia pendidikan Kaltim dibuka dengan berita bahwa dari 20.000-an mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) sekitar 5.000an tidak diperkenankan mengikuti ujian semester karena tidak membayar SPP. Sehari kemudian informasi yang sebelumnya disampaikan oleh PR-I ini diralat oleh Humas Unmul menjadi 1.200an orang (silahkan lihat Tribun Kaltim edisi 8 dan 9 Januari 2008). Walaupun angkanya menjadi lebih kecil tapi masih saja tetap besar. Ribuan orang! Sungguh sangat ironis.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah bagaimana jika biaya kuliah di PTN seperti Unmul digratiskan saja? Ini suatu pemikiran yang sangat mungkin diimplementasikan. Agar ini tidak dilihat sebagai mimpi, mari kita hitung-hitungan dengan angka. Kita asumsikan saja SPP tiap mahasiswa pada tiap Fakultas sebesar Rp. 3 juta per tahun. Berarti untuk 20.000 mahasiswa diperlukan dana sebesar Rp. 60 milyar! Mengingat anggaran belanja Kaltim yang sedemikian besar (tahun 2008 saja sekitar 12 trilyun!) dan bidang Sumber Daya Manusia juga menjadi salah satu prioritas pembangunan di Kaltim (dua prioritas lainnya yaitu pembangunan sarana prasarana dan pertanian dalam arti luas) maka angka Rp. 60 milyar tadi tidak ada apa-apanya. Beasiswa stimulan dari Pemprov Kaltim untuk tahun 2008 saja sebesar Rp. 25 milyar, belum lagi di tingkat Kabupaten/Kota. Jadi untuk anggaran sebenarnya tidak ada masalah, tinggal bagaimana mengatur peruntukkan dan prioritasnya saja sehingga tepat sasaran dan tepat guna.

Ada yang berpendapat bahwa pendidikan gratis tidak mendidik. Mahasiswa tidak belajar mandiri sejak dini dan kuliahnya juga bisa santai tanpa motivasi. Pendapat ini tidak sepenuhnya salah, tapi juga tidak sepenuhnya benar. Bisa benar jika diberlakukan tanpa reserve. Tapi akan tidak kena jika ada sistem yang mengaturnya. Jadi selama dibuatkan aturan main yang jelas, transparan serta dijalankan secara tegas dan konsisten maka ekses negatif yang akan muncul pasti bisa dieliminir bahkan ditiadakan.

Tinggal sekarang ada kemauan atau tidak dari pihak-pihak yang berkompeten yaitu Unmul, eksekutif dan legislatif. Unmul harus lebih proaktif meyakinkan pihak eksekutif dan legislatif mengenai pentingnya biaya pendidikan gratis bagi kemajuan Kaltim. Ditengah kesulitan ekonomi seperti sekarang ini, biaya pendidikan gratis akan menjadi terobosan yang luar biasa bagi warga Kaltim khususnya yang tidak mampu sehingga mereka juga memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s