Mohammad Nuh si Penjagal YouTube

Setelah situs lampu merah dalam negeri diblokir, kini giliran YouTube mengalami nasib yang sama. Alasannya, YouTube tidak mengindahkan permintaan resmi Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk menghapus film fitna dari server mereka. Akhirnya per tanggal 05 April 2008 situs http://www.YouTube.com resmi diblokir dalam arti kata tidak bisa lagi diakses dari Indonesia.

Bagi yang sudah terbiasa memanfaatkan YouTube, keputusan Mohammad Nuh (Menteri Komunikasi dan Informasi) jelas tidak bisa diterima dan dinilai terlalu berlebihan. Banyak hal sebenarnya yang bisa diambil dari situs berbasis video ini, baik untuk kepentingan ilmu pengetahuan umum maupun juga ilmu-ilmu agama. Belum lagi beberapa perusahaan multinasional semacam biro periklanan, agen perjalanan, agen pariwisata dsb banyak menggunakan situs YouTube sebagai salah satu media mereka untuk berpromosi dan berusaha.

Terlepas dari banyak yang menentang pemblokiran situs YouTube, tetap saja kebebasan berekspresi harus beretika. Menyerang keyakinan orang lain secara serampangan dan dipublikasikan secara umum di situs terkemuka seperti YouTube sangat patut disesalkan. Menyediakan ruang untuk itu berarti juga menyetujui isinya. Dalam hal ini pengelola YouTube jelas menganut faham kebebasan tanpa koma, begitulah kira-kira pemikiran Pemerintah.

Saya sendiri melihat keputusan Pemerintah ini sangat dipengaruhi oleh tiga hal :

Pertama, Pemerintah ingin menunjukkan ke dunia internasional bahwa negara kita sebagai penganut muslim terbesar di dunia tidak bisa menerima jika agama Islam diperlakuan semena-mena apalagi dilecehkan. Karena Pemerintah tidak punya keberanian bertindak lebih dari sekedar nota protes terhadap Belanda, akhirnya dicarilah jalan yang paling aman dan tingkat resiko paling kecil yaitu pemblokiran. Siapapun media yang mempublikasikan film fitna (menurut Pemerintah) sama artinya dengan mendukung yang punya ide. Padahal semua orang juga tahu bahwa film fitna tidak hanya bisa ditemukan di YouTube tapi juga di beberapa situs lain seperti MySpace, MetaCafe, Rapidshare bahkan di Google juga ada. Ini semacam “show of force” bahwa kalau kalian bisa berbuat seperti itu, kami juga bisa.

Kedua, di dalam bukunya “Strategi dan Arah Kebijakan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi”, Pak Nuh (begitu orang biasa memanggilnya) mengungkapkan bahwa saat ini sedang terjadi revolusi teknologi baru yaitu revolusi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang mempunyai dampak luas, karena TIK telah menjadi komponen utama bagi semua teknologi lain termasuk di dalamnya revolusi ekonomi, revolusi sosial dan revolusi hukum. Masing-masing tentu ada sisi positif dan negatifnya. Berkaitan dengan revolusi hukum dan sosial inilah yang bisa memunculkan sisi hitam dalam kehidupan umat manusia yaitu adanya segelintir orang yang memanfaatkan teknologi untuk kepentingan pribadi dan merugikan pihak lain. Situs XXX dan YouTube tentu sudah lebih dari cukup untuk masuk ke dalam kriteria Pak Nuh.

Ketiga, figur Mohammad Nuh sendiri. Ini yang sebenarnya sangat menarik tapi banyak dilupakan orang, padahal latar belakang beliau memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kebijakan pengelolaan komunikasi dan informasi di tanah air. Mantan Rektor ITS periode 2003-2007 ini dikenal sebagai sosok yang tidak hanya sederhana dan bersahaja tapi juga seorang muslim yang taat beribadah. Pria kelahiran Gununganyar Surabaya 17 Juni 1959 ini berasal dari keluarga petani sederhana dan religius. Menurut rekan-rekan seprofesinya dan juga mahasiswanya, setiap bulan Ramadhan, Pak Nuh sering terlihat melakukan i’tikaf di mesjid sampai menjelang subuh, suatu ibadah sunnah yang agak berat dilakukan oleh seorang muslim yang kadar keimanannya masih pada tataran basic atau elementary level. Jabatan-jabatan sosial kemasyarakatan yang pernah diembannya juga sangat basah dengan unsur keagamaan. Lihat saja, dia pernah menjabat sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jawa Timur, Sekretaris Dana Sosial Al-Falah Surabaya, Ketua Pengurus Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al-Islah Surabaya, Pengurus Maarif Nahdatul Ulama (NU) Surabaya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur. Jadi sebenarnya kita tidak perlu terkaget-kaget ketika beliau mengambil keputusan memblokir situs-situs XXX dan terakhir YouTube, karena dalam pengambilan keputusan ini tidak lagi berbicara aspek teknis semata tapi sudah bermain juga ikatan emosi keagamaan, sesuatu yang sifatnya sangat individualis dan sensitif untuk diusik, apalagi dihina dan direndahkan.

Kini kita tinggal menantikan episode berikutnya, situs-situs mana lagi yang akan dicekal. Yang merusak moral dan bertentangan dengan ajaran agama (Islam) tampaknya akan mendapat prioritas untuk diblokir.


5 thoughts on “Mohammad Nuh si Penjagal YouTube

  1. Kalau YouTube ditutup sih aku setuju2 aja. Toh YouTube nya juga ‘bandel’ ga mau merespon peringatan resmi dr pemerintah.
    Tapi kalau multiply, apa iya admin multiply juga spt itu.
    Sayangnya banyak provider yg gegabah langsung memblokir multiply😦

  2. Desi, multiply ikut diblokir krn weblognya ada yg memuat film fitna. Cara depkominfo maen blokir habis tanpa solusi apapun termasuk weblog provider akan membuat masalah baru. Ulasan cukup menarik disampaikan oleh rekan Adriyanto. Silahkan lgs klik link di atas yg sdh disediakannya.

    Btw utk copas artikel yg ada di blog ini silahkan saja. Semoga bermanfaat bagi siapapun yg membacanya. Tks.

  3. ….Jadi sebenarnya kita tidak perlu terkaget-kaget ketika beliau mengambil keputusan memblokir situs-situs XXX dan terakhir YouTube, karena dalam pengambilan keputusan ini tidak lagi berbicara aspek teknis semata tapi sudah bermain juga ikatan emosi keagamaan, sesuatu yang sifatnya sangat individualis dan sensitif untuk diusik, apalagi dihina dan direndahkan….. ???

    komentar anda sangat doif, islam itu bukan mengajarkan hal hal yang emosional, jadi anda sebaiknya baca dulu bagaimana islam menjawab terhadap persoalan, dan itu garis yang tuhan berikan, jika pandangan anda keemosionalan anda karna pak nuh orang yang taat menjalankan ajaran tuhan, kalau anda pakai norma apa menimbang baik buruk suatu itu nilai, anda seorang komunis ya???

    —–

    @ jP_CoeN : Alhamdulillah saya seorang muslim. Dengan pemahaman ilmu agama saya yang masih sangat terbatas, yg saya tahu Islam memang tidak mengajarkan emosional tapi Islam mengajarkan ketegasan bersikap thd hal2 yg haram dan yg halal serta membela agamanya jika dilecehkan. So, silahkan simak secara utuh tulisan saya tsb sehingga tidak terkesan malah anda yg emosional🙂. Btw silahkan juga baca beberapa artikel dan tulisan saya yg ada pada kategori religi utk mengetahui di posisi mana sebenarnya saya berada.

  4. Assalamu’alaikum wr wb

    Saya sangat mendukung langkah beliau. Sebenarnya tidak semua diblokir. Setahu saya hanya situs yang tidak patut ditonton yang di blokir.
    Sebagai orang tua tentu akan prihatian melihat fenomena di kalangan remaja kita yang mengalami cultural shock sehingga sudah tidak malu lagi merekam perbuatan yang belum waktunya dilakukan. Bila hal demikian berlanjut tentunya generasi ini akan terperosok.
    Selamat berjuang Prof Nuh, semoga Allah SWT selalu memudahkan setiap langkahmu. Amin

    Wassalamu’alaikum wr wb
    Taat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s