Bantuan Khusus Mahasiswa = Sogokan?

Ditengah maraknya aksi mahasiswa di tanah air menolak kenaikan BBM, pemerintah secara paralel akan menggulirkan program BKM (Bantuan Khusus Mahasiswa) sebesar Rp. 400-500 ribu sebagai kompensasi atas kenaikan BBM di bidang pendidikan bagi masyarakat miskin. Karuan saja rencana BKM ini mendapat penolakan dari sejumlah elemen khususnya mahasiswa karena ditengarai sebagai program “sogok” kepada mahasiswa agar tidak lagi mengkritisi kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM. Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Bambang Sudibyo sendiri mengatakan bahwa kalau mahasiswa tidak mau berarti mereka sudah kaya dan akan diberikan pada mereka yang miskin, karena program ini memang diperuntukkan bagi mahasiswa miskin.

Tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu dampak dari kenaikan BBM adalah bertambahnya beban hidup bagi kalangan mahasiswa, baik itu untuk kebutuhan hidup sehari-hari (biaya makan, sewa kost, ongkos transport dsb) maupun juga untuk memenuhi biaya kuliah lainnya. BKM sebenarnya akan membantu mahasiswa yang orangtuanya tergolong miskin. Tapi tidak bisa dihindari juga bahwa jika menerima BKM ini berarti secara langsung mehasiswa menyetujui kenaikan BBM yang sebenarnya mereka tentang. Disinilah kemudian akan terjadi benturan antara idealisme memperjuangkan kepentingan rakyat banyak dengan kebutuhan pribadi yang juga tidak bisa terhindarkan.

Disini saya melihat kejelian atau dalam bahasa sarkasmenya kelicikan pemerintah SBY-JK dalam “meredam” aksi mahasiswa dengan langsung mengkaitkannya dengan kepentingan mahasiswa. Kalau memang dari awal berniat membantu mahasiswa miskin harusnya tidak perlu menunggu setelah kenaikan BBM terakhir ini soalnya sejak kenaikan BBM tahun 2005 yang lalu beban hidup mahasiswa miskin sudah sedemikian berat. Kalau niatnya memang ingin membantu kenapa sejak awal tidak langsung saja dimasukkan ke dalam anggaran 20% bidang pendidikan yang diamanatkan undang-undang yang sampai sekarang saja belum bisa dipenuhi? Sangat wajar jika kemudian banyak pihak yang mencurigai bahwa BKM adalah usaha akal-akalan pemerintah dalam mengendalikan aksi mahasiswa. Belum lagi kalau kita ingat bagaimana pernyataannya JK baru-baru ini yang meminta masyarakat miskin para penerima BLT (Bantuan Langsung Tunai) agar menolak aksi demo mahasiswa. Bisa saja nanti setelah mahasiswa miskin menerima BKM maka pernyataan yang serupa juga akan muncul lagi. Disinilah bisa terjadi konflik horisontal diantara mahasiswa.

Bagaimana sebaiknya sikap mahasiwa? Menurut saya jika mahasiswa yang tergolong mampu “memaksa” rekan mereka yang sangat membutuhkan untuk tidak mengambil program BKM rasanya juga tidak bijak, karena kenyataannya mereka memang sangat kesulitan. Jalan tengahnya, biarkan saja mereka mengambilnya. Ini seperti pilkada di berbagai daerah yang penuh dengan uang siluman agar memilih calon tertentu, tapi begitu di dalam bilik suara lupakan siapa yang pernah memberikan uang tersebut tapi pilihlah sesuai hati nurani. Jadi ambil saja BKM itu tapi perjuangan menentang kenaikan BBM tetap dilanjutkan. Kalau nanti pemerintah mempertanyakan kenapa masih demo padahal sudah diberi BKM maka mahasiswa malah bisa menggugat niat pemerintah atas BKM tersebut.


5 thoughts on “Bantuan Khusus Mahasiswa = Sogokan?

  1. Q stuju BgT,,
    SeKaLiAn AjA qT ngRsaIn Tu DwIT koMpEnSAsai..
    TpI pRjuAnGAn TuK MnOlAk KbJikAn PeM. tHdP kNaikaN bBM tTP bRlNjuT..
    hDuP maSISwa…
    SbY-jk MmanG liCiK sO qT jG rUs LcIk Wt MlWaNnA..

  2. HIDUP MAHASISWA INDONESIA
    mari kawan qt bersama untuk menolak BKM bagi mahasiswa karena ini merupakn bentuk pemerintah u/ membodohi mahasiswa..
    dan juga qt sama2 u/ melawan kebijakan SBY yang melanggar konstitusi qt..ap lagi klo g Kebijakan KENAIKAN BBM!!!!!
    Pemerintahan SBY-JK tlah melawan konstitusi Maka kewajiban qt adalah MELAWAN SBY-JK DEMI NASIB RAKYAT INDONESIA

    gandy-mahasiswa UNS

  3. saya rasa konsekuensi Dr Bkm iT, tidak begitu berpengaruh, Bg mentaL mhasiswa yang tidak gampang Di bOdoh2hi, kL mU dikasih Uang, selagi halal, yah amBiL Z,toh Lumayan wat bayaR kozan n nambH2 Duit mkn+Kzn. soAL, “sogok-menyogok” nO 20…. yang penting cair dL duitnya.
    yg jeLS. mahasiswa adlah mahasisawa (maha Dr segala siswa), dn Bukan Lahan kebodohan yg enkny untuk di. bodoh2hi,,,,
    KITA UD PUNYA KTP
    BUNK,,,,
    BKN KRT PELAJAR LAGI

  4. SAYA SANGAT SETUJU BBM NAIK…..

    HARGA MINYAK DUNIA JUGA NAIK PREN,,,,,,,,
    PEMERINTAH ITU SUDAH PKIR PANJANG MEMANG……

    TAPI MSALAHNYA BKAN DIBAGIAN BBM nya, TAPI DI PENDIDIKANNYA
    Nu tw ji apa skrg yg mnyiksa….??? B H P Cez…

    Saranku HILANGKAN SAJA ITU B K M,, TAPI HAPUS JUGA B H P,,
    Subsidi lgi pendidikan,, ktanya 20% tohh…. jadi pmbyaran SPP trun 80%
    klo perlu biaya pndidikan gratis smua….

  5. Saya juga setuju jika mahasiswa menerima BKM dari pemerintah tetapi juga tetap melawan adanya kebijakan pemerintah menaikkan BBM…tetapi masalahnya sebagian beasiswa ini yg menerima justru mahasiswa kaya..apalagi kemarin BKM thn 2009,ada sejumlah mahasiswa kurang mampu alias membutuhkan tidak mengetahui informasi itu dikarenakan pendaftarannya hanya 1jam saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s