Peristiwa Monas dan Isu Toleransi

Umat Islam Indonesia, sekali lagi, menjadi sorotan mata dunia saat ini setelah beberapa hari lalu perkumpulan sekelompok yang menamai diri Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) diserang oleh anggota Front Pembela Islam (FPI). Secara langsung nampak bahwa kelompok AKKBB dirugikan, tapi sebenarnya memang itulah strategi pemenangan. Mereka ingin mendapatkan simpati seluas-luasnya, termasuk dari berbagai kalangan di luar negeri. Tidak aneh, jika Kedutaan Amerika telah mengeluarkan pernyataan mengutuk kekerasan tersebut.

Apapun cerita di balik dari peristiwa tersebut dan siapapun yang benar atau salah, pelaku atau korbannya, kekerasan adalah kekerasan yang tidak mungkin ditolerir dalam konteks sebuah negara yang berhukum. Ekspresi kebenaran dengan melakukan serangan kekerasan tidak akan mungkin bisa ditolerir selama semua pihak masih mengakui adanya otoritas dan hukum dalam institusi kenegaraan. Hal ini menjadi krusial, sebab jika semua pihak (kelompok-kelompok masyarakat) merasa membela kebenaran dan melakukan hal yang sama, maka hancurlah institusi kenegaraan yang menjadi pengikat semuanya.

Saya tidak akan pernah setuju kepada tindakan anarkis, apapun alasannya selama kita masih terikat oleh sebuah institusi. Jika ikatan institusi (hukum) tidak diakui berarti dengan sendirinya kita memisahkan diri dari ‘territory’ kenegaraan yang ada. Untuk itu, kesalahan apapun yang ada, harus dilakukan melalui jalur institusi hukum yang ada. Main hakim sendiri, walau atas nama kebenaran bisa dijuluki oleh pihak-pihak lain sebagai tindakan ‘premanisme’.

Inti permasalahan

Sebenarnya melihat kepada latar belakang peristiwa tersebut, nampak bahwa ada tiga unsur (pihak) yang terkait, yaitu pemerintah, kelompok-kelompok liberal (pembela Ahmadiyah), dan juga FPI. Menurut pengamatan saya pribadi, ketiga-tiganya secara langsung atau tidak bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Pemerintah ikut bertanggung jawab karena isu Ahmadiyah yang telah cukup lama menjadi isu panas, juga tidak kunjung diselesaikan. Padahal, sejak dua bulan terakhir sudah ada rekomendasi dari tim gabungan antara Departemen Agama, Kementrian Dalam Negeri dan Kejaksaan Agung menyatakan bahwa Ahmadiyah adalah kelompok yang menyeleweng dan oleh karenanya perlu mendapat ketentuan hukum.

Tentu saya tidak pada posisi untuk mengatakan bahwa pemerintah harus melarang Ahmadiyah. Itu adalah hak sepenuhnya pemerintah. Tapi mengundur-undur sebuah sebuah keputusan yang menyangkut isu sensitive hanya akan menambah ‘sensititas’ masyarakat, dan pada akhirnya akan mudah dikobar-kobari untuk terjadinya sebuah kekerasan semacam peristiwa Monas itu.

Akhirnya memang diperlukan sebuah ketegasan. Ketagasan yang boleh jadi tidak popular, tapi demi maslahat yang lebih besar perlu diambil. Jika tidak, gesekan-gesekan sosial (antar kelompok) yang setuju dan yang tidak setuju akan rentang untuk bertabrakan. Bahkan barangkali tabrakan ini tidak akan selalu disulut oleh isu Ahmadiyah itu sendiri, tapi juga oleh isu-isu lain, termasuk masalah-masalah lain. Masalahnya karena memang sudah terjadi sensitifitas yang tinggi di kedua belah pihak.

AKKBB versus FPI

Tanggung jawab langsung ada pada kedua pihak, AKKBB dan FPI. Dari penglihatan saya selama ini, kedua kelompok tersebut memang berada pada garis ujung ekremisme, non kompromistik dalam hal-hal yang mereka pandang. Anehnya, masing-masing pihak mengakui kebenaran mutlak, dan yang lainnya salah.

Selama ini banyak pihak yang secara sebelah menilai jika yang ekstrim itu hanya FPI dan yang sehaluan. Sebaliknya, mereka dengan enteng menilai bahwa AKKBB dan sekutunya justeru pembela moderisme dan kebebasan. Penilaian seperti ini sama sekali tidak ‘fair’ dan cenderung semakin memperuncing permasalahan, bahkan dapat dinilai sebagai unsur kengajaan untuk semakin menjadikan FPI dan yang sehaluan semakin marah.

Padahal, kelompok-kelompok liberal dengan berbagai penamaan itu juga berada pada ujung ektremisme yang nyata. Mereka sangat tidak kompromistik dalam melihat penafsiran-penafsir an yang berseberangan. Barangkali kejadian Monas adalah klimaks dari sikap mereka selama ini yang selalu menuduh pihak seberang sebagai sesat, kafir, licik, picik, berpikiran sempit dan semacamnya.

Bagi saya pribadi, sikap seperti ini adalah bentuk ekstrimisme dan intoleransi yang jelas. Dan oleh karenanya, ketika sikap intoleran berhadapan dengan sikap yang sama pada sisi berseberangan, di sanalah rentang terjadi tabrakan. Masing-masing mengakui kebenaran, dan kaku dalam melihat fenomena perbedaan pemikiran. Bahkan keduanya cenderung bersikap eogistik dan arogan.

Sangat menyedihkan, bahwa kelompok-kelompok liberal ini hampir saja tidak kedengaran suaranya di saat umat Islam terinjak-injak. Sebaliknya mereka bersuara lantang di saat-saat kelompok lain, dan bahkan nyata-nyata musuh Islam, sedang menghadapi kesulitan. Saya tidak tahu, apakah ini sikap yang memudahkan untuk mendapatkan pujian dari pihak-pihak yang lebih kuat dan besar? Allahu lebih tahu!

Solusi

Setelah persitiwa Monas terdengar nyaring di mana-mana seruan untuk membubarkan FPI. Di satu sisi, saya seringkali sedih dan tidak setuju dengan ‘cara’cara’ FPI dalam melakukan langkah-langkah ‘amar ma’ruf-nahi mungkar ’nya.

Di saat saya menyaksikan di berbagai media massa rekan-rekan dengan jubah dan sorban, tapi kemudian mengayung-ayungkan pedang dan tombak, dengan amarah, menampakkan kebengisan, tentu bagi saya bertentangan dengan hal-hal yang selama ini kita da’wahkan. Bahwa Islam itu ramah, berpendidikan, toleran, dan jika terpaksa melakukan tindakan ‘nahi mungkar’ dilakukan dengan cara-cara yang ‘ahsan’ (dialog, debat, dan jika perlu melalui proses hukum dan politik). Tapi dengan tindakan sendiri-sendiri dengan mengindahkan hukum yang ada, hanya memberikan persepsi yang buruk.

Namun demikian, saya berani mengatakan bahwa adalah tidak ‘fair’ jika tuntutan pembubaran hanya ditekankan kepada kelompok FPI. Seharusnya kelompok-kelompok radikal yang berseberangan juga perlu dibubarkan, karena sesungguhnya eksistensi mereka ditentukan oleh eksistensi sebaliknya (radikal yang berseberangan) . Oleh karenanya, jika FPI dibubarkan, maka seluruh kelompok-kelompok liberal radikal harus pula dibubarkan.

Selama ada kelompok radikal di sebuah sisi, akan menjadikan tumbuhnya radikalisme di sisi lain. Ketika ada yang dengan enteng meremehkan dasar-dasar ajaran agama, tidak peduli dengan fondasi kebenaran, akan ada kelompok-kelompok lain pula yang terpanggil untuk membela. Sebaliknya, selama ada sikap-sikap non kompromistik dalam masyarakat, akan tumbuh pula kelompok-kelompok yang menamakan diri berjuang melawan sikap intoleran itu.

Pada akhirnya, semua kembali kepada ‘wisdom’ pemerintah. Jika permasalahan- permasalahan dalam masyarakat dibiarkan mengambang, berbagai penyelewengan ditanggapi dengan ‘wait and see’, maka boleh jadi kelompok-kelompok ekstrim itu, baik yang di sebelah kanan maupun kiri, akan mengambil alih penyelesaiannya.

Jadi, dengan peristiwa Monas ini, siapakah yang perlu disalahkan?

Artikel diatas diambil dari Hidayatullah yang ditulis oleh M. Syamsi Ali, Imam Masjid Islamic Cultural Center of New York.


18 thoughts on “Peristiwa Monas dan Isu Toleransi

  1. Segala sesuatu harus ditempatkan pada posisinya.
    1. FPI secara hukum Indonesia bersalah atas penyerangan, sebaiknya ditindak sesuai hukum yang berlaku, dan ini sedang berjalan.
    2. Polisi harus memproses semua delik pengaduan, baik dari FPI maupun Aliansi, tidak hanya dari satu pihak saja.
    3. Pemerintah segera menindak lanjuti apa yang sudah menjadi fatwa MUI tentang ahmadiyah.
    4. AKKBB jangan mendukung kelompok yang sedang bermasalah dengan umat Islam. Tidak ada kebebasan murni di dunia ini.

  2. setuju banget ama penulis. you are a good writer. tapi kalau bicara hukum, hukum yang mana sih yang harus ditaati? penegak hukumnya aja adalah institusi yang sering melanggar hukum. FPI adalah bukti kemandulan hukum. hukum indonesia adalah hukum yang tak adil dan tak-kan pernah adil…..

  3. Pokoknya nggak setuju FPI dibubarkan, dibina saja supaya bisa lebih intelek dalam menjalankan amar makruf nahi munkar. Toh pmerintah (dhi. polisi) banyak terbantu dengan kehadrian FPI. Iya ngggaa…

  4. FPI sepengetahuan saya bukan Ormas yang terdaftar di depdagri, sehingga pemerintah tidak bisa membubarkan. Secara hukum FPI hanya merupakan sekelompok masyarakat yang berkumpul dan menyatakan dirinya sebagai FPI. Jadi tindakan hukum yang bisa dilakukan dipilah2 berdasarkan individu yang berbuat. Di sisi lain pemerintah sebagai pemangku negara harus memandang permasalahan dengan jernih segala sesuatunya. Termasuk penyebab kejadian ini, sehingga dapat dicegah meluasnya kasus dan kemungkinan terjadi kasus serupa dimasa mendatang. Bagi ahmadiyah dan AKKBB; adalah kewajiban kita untuk mengingatkan, bahwa kebebasan seseorang dibatasi oleh kebebasan orang lain, demikian juga agama dan kepercayaan yang kita anut. Agama dan kepercayaan seperti pohon2 yang berdiri berdampingan. Masing2 mempunyai cabang dan ranting yang banyak. Adalah lebih terhormat menjadi pohon yang hidup berdampingan dengan damai daripada menjadi benalu yang dapat merugikan sebuah pohon dan menjalar serta merugikan pohon yang lain. Jadilah pohon. Marilah hidup dengan damai.

  5. HANYA ORANG2 YG NON MUSLIM AND ORANG2 YG BODOH MENGHENDAKI FPI BUBAR,
    COBA LIHAT BENAR2 AKAR DARI SEMUA MASALAH INI..PENISTAAN AGAMA ISLAM OLEH JAI..!!
    SIAPA TOKOH YG MENGGEBU GEBU FPI DI BUBARKAN..?
    JAWAB GUS DUR,ADA APA DENGAN GUSDUR BEGITU MEMBENCI FPI..
    PERNAH KAH ANDA MENDENGAR ATAU MELIHAT GUS DUR OR ANTEK2 NYA (GARDA BANGSA,BANSER)
    MELAKUKAN GERAKAN YG REAL SEPERTI FPI UNTUK MENOLAK SESUATU YG BERTENTANGAN DENGAN SYARIAT ISLAM..??
    MALAH GUS DUR MENOLAK UUD ANTI PORNOGRAFI,MEMBELA AHMADYAH,AKU BINGGUNG DENGAN FIGUR GUSDUR..
    Nafsu Ahmadiyah belum dipuaskan sampai dengan keluar statemen GUSDUR yg notabene mempolitisir NU
    sebagai tunggangan politiknya dan ISRAEL sebagai gandengannya mengusulkan pembubaran FPI.
    Terpancing statemen gusdur habib Rizq membalas dengan lebih tajam dan pedas.
    Harapan Ahmadiyah dan Gusdur dalam menghancurkan musuh bebuyutan mereka berhasil
    dengan respon dari GARDA BANGSA,BANSER NU yg siap mengerahkan ribuan orang ke Jakarta untuk
    membubarkan sekretariat FPI yg merupakan rumah Habib Rizq berisikan hanya istri dan 6 orang gadis anaknya.
    SAYA MERAGUKAN KEIMANAN tokoh-tokoh yang tergabung dalam AKKBB seperti GUS DUR,Adnan Buyung Nasution dan Todung Mulya Lubis..!!!
    TAPI TOKOH2 DI ATAS KALAU GAK BELA AHMADYA OR AKKBB GAK DAPET LAGI DANA SEGAR DARI USA,UK,AND ISRAEL..

    TERUS BERJUANG FPI TEGAKKAN SARYAT ISLAM…KAMI UMAT ISLAM INDONESIA YG 100 % KE ISLAMAN NYA SIAP MENDUKUNG..!!!

  6. Keberadaan FPI merupakan bukti bahwa Islam sedang memasuki Abad Kegelapan, mirip seperti agama Kristen yang dahulu pernah mengalami masa ini. Segala pendapat dan gerakan pembaharuan ditumpas habis tanpa berusaha untuk menuju titik temu dengan langkah berdialog. Seolah-olah Islam itu milik mereka. Padahal jika dicek dengan Al-Qur’an justru orang-orang seperti pendukung FPI-lah yang menjadi bukti dari komunitas Jahiliyah, sebuah komunitas yang bergelimang pada kebodohan tentang cara menegakkan syariat Islam.

    Kalau FPI punya konsep yang unggul, mengapa harus kebakaran jenggot dengan sebuah paham yang berbeda dengan mereka? Bukankah mereka yang berbeda mengedepankan konsep, mengapa tidak dilawan dengan konsep pula?
    Bukan-kah Islam mengajarkan untuk senantiasa mengedepankan dialog dengan paham yang berbeda? Ini membuktikan bahwa mereka tidak punya konsep. Jika konsep yang berbeda dilawan dengan otot, itu berarti mereka (yg pamer otot) merupakan umat barbar yang tidak bisa menggunakan sarana berpikirnya untuk menghasilkan sebuah perdamaian. Bukankah negara ini bukan diatur dengan hukum Islam? Mengapa mereka mengklaim ingin menegakan hukum Islam? Nabi Muhammad sendiri saja tidak pernah berbuat anarkis ketika beliau sedang berada dalam komunitas Mekah yang bukan diatur dengan hukum Islam. Karena beliau sadar bahwa menegakan hukum Islam tidak bisa dengan memaksakan kehendak secara membabi buta.
    Sampai kapanpun FPI pasti dianggap sebagai ganjalan bagi pemerintah berkuasa yang notabene bukan hamba hukum Islam. Mengapa mereka tidak meniru nabi Muhammad?

  7. @ Jihara : Kalau FPI punya konsep yang unggul, mengapa harus kebakaran jenggot dengan sebuah paham yang berbeda dengan mereka?

    Anda ini tahu gak sih bhw masalah ahmadiyah bkn masalah perbedaan faham tapi penodaan agama. Islam tdk mempersalahkan agama Kristen, Katholik dsb karena batasan perbedaannya dgn Islam sdh sangat jelas. Nah ini ahmadiyah mengaku sbg Islam tapi aqidahnya ngaco gitu. Kalau Ahmad Mussadeq & Lia Eden saja yg mengaku sbg nabi & rasul diproses secara hukum, harusnya pengurus ahmadiyah di Indonesua juga mendapat perlakuan yg sama krn konnteks-nya kurang lebih sama.

    Kalau berbagai pendekatan persuasif tdk juga didengar oleh mereka2 yg berkepentingan dlm menegakkan kemurnian Islam, ya apa boleh buat… cara kekerasan adalah “pilihan terakhir”. Daripada Islam terus-menerus “dilecehkan” dan akhirnya rusak oleh orang2 yg memang tidak suka thd Islam. Ini pilihan. Utk masalah aqidah tidak ada tawar-menawar.

  8. Nabi Muhammad dahulu pernah di represif oleh pengikut abu Jahl. Ia dikatakan sesat, dianggap orang kurang ingatan, bahkan halal darahnya untuk dibunuh, dan dianggap menodai ajaran Islam sebelumnya. Padahal nabi Muhammad sedang mensosialisasikan tentang bagaimana hidup dalam naungan Islam yang benar, sementara masyarakat mekah perilakunya sudah jauh menyimpang tetapi terbungkus dalam kulit agamis.

    Kalau begitu FPI dan para pendukungnya mengikuti siapa ya? Pasti mereka akan mengalami nasib yang sama dengan Abu Jahl Cs. Sungguh sayang manusia tidak menjadikan kisah-kisah terdahulu sebagai pelajaran bagi kehidupannya di masa depan.

  9. Kalau begitu FPI dan para pendukungnya mengikuti siapa ya? Pasti mereka akan mengalami nasib yang sama dengan Abu Jahl Cs. Sungguh sayang manusia tidak menjadikan kisah-kisah terdahulu sebagai pelajaran bagi kehidupannya di masa depan.

    Jelas FPI mengikuti nabi Muhammad SAW sebagai Rasulullah bu.
    Kisah sekarang ini jelas berbeda dengan kisah tentang Abu Jahl,kisah sekarang ini berkisah tentang sekelompok jemaah yang menamakan dirinya ahmadiyah yang meyakini mirza ghulam sebagai nabi nya,tidak mengakui nabi Muhammad sebagai nabi akhir zaman yang telah mensyiarkan Islam.
    Ajaran ini lah yang di tentang FPI,saya, dan umat Islam lain nya. mohon anda bisa melihat lebih jauh lagi.

    @ Jihara : Kalau FPI punya konsep yang unggul, mengapa harus kebakaran jenggot dengan sebuah paham yang berbeda dengan mereka?
    Saya sangat setuju apa yang telah disampaikan oleh Hanif.
    Kalau ahmadiyah tidak mengaku sebagai Islam, tentu FPI dan umat Islam lain nya tidak akan merasa di nistakan.Tapi anda lihat dan fahami…ahmadiyah mengaku Islam tapi menyimpang dari apa yang di yakini umat Islam..apa ini bukan penistaan agama. Kalau mengaku Islam..wajib mengakui nabi Muhammad sebagai Rasulullah yang mensyiarkan agam Islam. Bukan mirza ghulam.

  10. @Aljibran El-Akbar: Jelas FPI mengikuti nabi Muhammad SAW sebagai Rasulullah bu.
    Kisah sekarang ini jelas berbeda dengan kisah tentang Abu Jahl,kisah sekarang ini berkisah tentang sekelompok jemaah yang menamakan dirinya ahmadiyah yang meyakini mirza ghulam sebagai nabi nya,tidak mengakui nabi Muhammad sebagai nabi akhir zaman yang telah mensyiarkan Islam.
    Ajaran ini lah yang di tentang FPI,saya, dan umat Islam lain nya. mohon anda bisa melihat lebih jauh lagi
    ———

    Yang namanya sunnatullah itu-kan berulang. Dan kisah2 dalam Al-qur’an itu untuk dijadikan pelajaran bagi manusia. Kalau anda tidak mengimani bahwa profil seperti abu jahl itu akan berulang, berarti anda sedang mendustakan sunnatullah dong, padahal sunnatullah karakternya tidak akan berubah sedikitpun. Monggo dipelajari lagi Al-qur’an nya…

    Ketika itu Nabi Muhammad & pengikutnya juga dianggap sebagai sekelompok minoritas yg memiliki nabi baru, pembuat resah, pemecah belah umat, agen kristenisasi, dan dihujat sbg kelompok yg tdk menghormati nabi sebelumnya. Mereka dianggap kafir dan menodai ajaran mainstream saat itu oleh kelompok abu jahl yg merasa representasi dr umat quraisy yg agamis. Maka silahkan berkaca, profil siapa yang Fpi sedang lakoni. Itulah hebatnya Al-qur’an, bisa berlaku sepanjang masa. Tapi itupun kalau anda beriman pada Al-qur’an, kalau tidak paling2 anda menganggap kisah itu tdk akan berulang (dongeng), diyakini tapi tdk menemukan buktinya.
    Sikap arogan spt ini-lah yg akan menggiring umat yg anarkis akan bernasib sama dg abu jahl cs, karena buta akan peran siapa yg sedang dilakoninya.

    Maaf ya, saya bukan pengikut ahmadiyah. Saya cuma tergelitik saja melihat kelakuan masa Fpi yg beringas dan sangat tidak santun menghadapi pendapat yg berbeda. Seolah2 Fpi yg punya Islam, tetapi kelakuannya justru bertentangan dengan nabi Muhammad yg kita cintai. Saya yakin nabi Muhammad membenci perilaku anarkis dan tdk komunikatif spt itu.

  11. Terima kasih atas saran nya agar pelajari lagi Al-Quran nya, sampai ke liang lahat pun saya akan terus belajar terutama Al-Quran.
    Tapi tahukah anda bahwa di dalam Al-Quran juga mengatakan bahwa Rasulullah Muhammad SAW adalah nabi akhir jaman?
    Dan tahukah anda bahwa tanda tanda akhir zaman di dalam Al-Quran, bahwa akan ada bermunculan orang2 yang mengakui dirinya sebagai nabi dan mengajari ajaran2 yang menyesatkan?Mari sama sama pelajari lagi Al-Quran nya ya.
    Saya percaya anda bukan penganut ahmadiyah, saya juga tidak meragukan kecintaan anda kepada nabi Muhammad Rosulullah SAW.

  12. Qur’an berkata: “Saling ingat-ingatkanlah dengan kebenaran dan dengan sabar.” Dan dalam hal lain “Jangan lah satu golongan merendahkan golongan yang lain, karena bisa jadi golongan yang direndahkan lebih baik dari golongan yang merendahkan. Mari semua ummat Islam bersatu mencegah kemungkaran. Amar ma’ruf nahi mungkar – sehingga nantinya negara ini menjadi “baldatun thaibatun wa rabbun ghafur”. Mari kita do’akan agar FPI dan saudara-saudara kita seiman lainnya bisa lebih arif dalam menegakkan kebenaran Islam sesuai Al Qur’an dan Sunnah Rasul-Nya.

  13. Karena topiknya ttg ahmadiyah, saya ingin mengajak kita utk coba mengingat kembali sejarah tentang kehadiran Musailamah Al Kazzab yg mengaku sbg nabi (palsu) di zaman ketika Rasulullah masih hidup.

    Di dalam kitab Al Sunan (Kitab Al Jihad, Bab Ar Rusul hadits no, 2380) Abu Daud meriwayatkan sebuah hadits dari Abdullah bin Mas’ud. Ketika menerima dua utusan nabi palsu, Musailamah al-Kazzab, Rasulullah SAW bertanya kepada mereka: “Apa yang kalian katakan (tentang Musailamah)? Mereka menjawab, “Kami menerima pengakuannya (sebagai nabi)”. Rasulullah SAW berkata: “Kalau bukan karena utusan tidak boleh dibunuh, sungguh aku akan memenggal leher kalian berdua”.

    Riwayat ini jelas menampilkan ketegasan Rasulullah SAW terhadap orang yang mengakui kenabian Musailamah. Tetapi, karena Rasulullah memegang etika diplomatik bahwa yg namanya utusan tidak boleh diganggu apalagi dibunuh maka beliau membiarkan begitu saja kedua utusan Nabi palsu itu pergi. Namun setelah itu Rasulullah segera memerintahkan untuk memerangi mereka melalui edaran surat dan utusan-utusan kepada para gubernurnya di daerah-daerah dengan bantuan orang-orang yang masih setia dalam keislamannya. Rasulullah menyuruh mereka semua bersungguh-sungguh dalam jihad memerangi para nabi palsu itu.

    Abu Daud (hadits no. 2381), Al Nasa’i (Al Sunan Al Kubra, 2: 205) dan Al Darimi (Kitab Al Siyar, hadits no. 2391) menceritakan kesaksian Haritsah bin Al Mudharib dan Ibn Mu’ayyiz yang mendapati sekelompok orang dipimpin Ibn Nuwahah di sebuah masjid perkampungan Bani Hanifah yg ternyata masih beriman pada Musailamah. Setelah kejadian ini dilaporkan pada Ibn Mas’ud, beliau lalu berkata kepada Ibn Nuwahah (tokoh kelompok tersebut): “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda “Kalau engkau bukan utusan, pasti akan aku penggal kamu”. Nah, sekarang ini engkau bukanlah seorang utusan”. Maka Ibn Mas’ud menyuruh Quradhah bin Kaab untuk memenggal leher Ibn Nuwahah. Ibn Mas’ud berkata, “Siapa yang ingin melihat Ibn Nuwahah mati, maka lihatlah ia di pasar”. Masjid mereka pun akhirnya dirobohkan. Musailamah Al Kazzab sendiri karena tetap bertahan mengaku sbg nabi akhirnya tewas ditangan Abu Bakar ash-Shiddiq ra yang dikenal sbg orang yang paling lembut perangainya.

    Inti dari riwayat diatas, pada masa Rasulullah SAW masih hidup-pun tidak ada toleransi thd mereka yang setelah diingatkan masih saja mengakui masih ada nabi setelah Muhammad. Jika hal seperti ini terus dibiarkan maka lambat-laun akan merusak kemurnian Islam.

  14. @ Jihara : Kalau FPI punya konsep yang unggul, mengapa harus kebakaran jenggot dengan sebuah paham yang berbeda dengan mereka?

    Intinya jihara, Jika anda muslim, tentunya anda sudah paham kalau rasul terakhir yang WAJIB kita pedomani ajarannya adalah Muhammad SAW. DISETIAP SHOLAT KITA, KITA BERSUMPAH BAHWA BELIAU ADALAH UTUSAN ALLAH! Jika anda membaca dan memahami ayat2 Al Qur’an yang menerangkan bahwa MUHAMMAD adalah RASUL TERAKHIR yang ALLAH turunkan kepadanya ajaran2 pedoman2 hidup untuk umatnya agar selamat di dunia & di akhirat. TENTUNYA ANDA AKAN MERASA KECEWA, MARAH dan TERHINA APABILA ADA SEBUAH PAHAM YANG DIBUAT, DISEBARKAN DAN DI JADIKAN PEDOMAN HIDUP BAGI SEKALANGAN ORANG2 YANG MENGAKU BERAGAMA SAMA SEBAGAI MUSLIM TETAPI TIDAK MEMPEDOMANI APA YANG SUDAH DI WAHYUKAN OLEH ALLAH! TUHAN SEMESTA ALAM. SO, JIKA SUDAH TIDAK MEMPEDOMANI APA YANG SUDAH DIWAHYUKAN ALLAH, SILAHKAN UNTUK MEMBENTUK AGAMA SENDIRI, JANGAN MEMAKAI LABEL ISLAM!!ANDA INGIN PATUH KEPADA SIAPA ALLAH ATAU GUSDUR?

    ITU JIKA ANDA SEORANG MUSLIM YANG SEBENARNYA!!! DAN JIKA BUKAN SEBAIKNYA ANDA TIDAK PERLU BERPANJANG LEBAR MEMBENARKAN ORANG2 YANG MEMBELA AHMADIYAH DAN IKUT BERKOMPLOT UNTUK MEMBERANGUS ORANG2 YANG INGIN MEMBELA AGAMA ISLAM YANG LURUS!!

    STATEMENT SAYA JUGA UNTUK NARINA.

  15. Oh iya satu lagi, ada baiknya anda membuka ‘SWARAMUSLIM.COM’ disana ada sebuah artikel yakni sebuah surat yang ditujukan untuk adnan buyung nasution. Silahkan anda bacalah itu.

  16. @attazkia:… TENTUNYA ANDA AKAN MERASA KECEWA, MARAH dan TERHINA APABILA ADA SEBUAH PAHAM YANG DIBUAT, DISEBARKAN DAN DI JADIKAN PEDOMAN HIDUP BAGI SEKALANGAN ORANG2 YANG MENGAKU BERAGAMA SAMA SEBAGAI MUSLIM TETAPI TIDAK MEMPEDOMANI APA YANG SUDAH DI WAHYUKAN OLEH ALLAH!

    Ah saya sih tidak marah karena nabi Muhammad mengajarkan untuk mengedepankan berdialog dengan pikiran yang sehat, bukan dengan otot yang mencirikan masyarakat barbar. Ngga tau deh anda mengikuti siapa???
    Lagi pula itu adalah bukti bahwa konsep yang diajarkan nabi Muhammad adalah konsep yang unggul, yang menangani dan mengalahkan segala perbedaan dengan pengetahuan akan prinsip hidup yang diajarkan oleh Nya.

    Standard Muslim yang benar bukan dengan merespon perbedaan dengan emosi, itu sih masyarakat Abu lahab (Bapak “Api yg bergejolak”)yang mengedepankan emosi dan kekuatan dengan dalih membela Islam. Padahal tindakan spt itu justru dibenci Nya.
    Lantas siapa sih yg sebenarnya anda ikuti? sikap Nabi Muhammad atau Abu Lahab?

    Saya tidak membela Ahmadiyah, tapi saya tak habis pikir melihat begitu sewotnya FPI dkk mengaku sbg pembela Islam tetapi kelakuannya seperti orang yang buta. Buta artinya tidak mengetahui hukum apa yg berlaku di negara ini, hukum Islam atau bukan? Kalau bukan, kenapa mereka ingin menegakkan nya dengan cara yg seolah2 otoritas Islam ada di tangan mereka? bukankah itu cara2 orang yg tidak tahu konsep Islam sehingga marah tak karuan. Pasti mereka akan mendapatkan pasungan dari pemerintah berkuasa, karena tanah ini belum milik kekuasaan Islam. Wake up man…

    Jika ada yg menyandarkan otoritas yg dipegang nabi Muhammad ketika menanggapi Mursailamah, coba dong dilihat posisi hukum Islam saat itu sudah menjadi satu2nya hukum yg ditaati oleh masyarakat Madinah. Artinya Islam sudah menang, sudah punya kekuasaan teritorial untuk mengatur warganya. Tentu pada saat islam sudah menang, pemerintah Islam memiliki kuasa untuk memberantas perbedaan yg menjurus kepada makar untuk memisahkan diri dari daulah Islam.

    Kalau di negara kita hukum yg mengatur bukan Islam, tapi org2 di dalamnya bekeinginan menegakkan hukum Islam.
    Mengapa tidak mencontoh bagaimana nabi Muhammad menegakkan tatanan Islam, yg tidak mulai dengan anarkis atau vandalis atau hujatan atau demonstrasi terhadap aliran yg melecehkan pencipta nya? Tetapi ia memulainya dengan akhlak yg mulia yg diajarkan kepada org2 mukmin sbg jamaahnya shg membentuk sebuah kekuatan yg solid yg taat hanya pada satu imam. Krn sebuah jamaah barulah legal jika ia mempunyai imam.
    Lantas imam anda siapa?
    Klu tidak punya, berarti nabi Muhammad yg selama ini di-puji2 hanya dijadikan sbg cerita penghantar tidur. Pdhl Ia berkali2 memerintahkan Mukmin utk mentaati Imamnya. Itu namanya penghinaan pd nabi Muhammad. Dipuji, disanjung, ditangisi, tetapi sikap hidupnya tidak dijadikan sebagai patokan dalam menapaki hidup. Masihkah anda mengklaim mencintai nabi Muhammad?

  17. Narina Says:
    June 9, 2008 at 11:08 am
    Nabi Muhammad dahulu pernah di represif oleh pengikut abu Jahl. Ia dikatakan sesat, dianggap orang kurang ingatan, bahkan halal darahnya untuk dibunuh, dan dianggap menodai ajaran Islam sebelumnya.

    Lho gimana ini, mana ada islam sebelum Muhammad, nabi yang bawa islam itu Muhammad, bukan abu jahl, jangan ngaco deh, kalo gak tau apa2 tentang islam jangan ngebacot. Sebelum Muhammad ya gak ada islam, jadi beda dengan ahmadiyah, ngaku islam tapi nabinya gulam, kitabnya tazkirah. Itu sama dengan ngaku kristen, tapi kitabnya bukan bibel, gak mau percaya yesus, pokoknya selain yesus dan bibel, tapi ngotot tetap harus diakui sebagai kristen. Padahal gak ada kristen tanpa kristus, namanya juga kristen, ya pengikut kristus. Kalo gak mau percaya kristus, ya jangan ngaku kristen, bikin aja agama sendiri. Kenapa sih logika sederhana gini aja jeblok mikirnya.

  18. Syarbini Syarif Says:
    Lho gimana ini, mana ada islam sebelum Muhammad, nabi yang bawa islam itu Muhammad, bukan abu jahl, jangan ngaco deh, kalo gak tau apa2 tentang islam jangan ngebacot. Sebelum Muhammad ya gak ada islam, jadi beda dengan ahmadiyah, ngaku islam tapi nabinya gulam, kitabnya tazkirah. Itu sama dengan ngaku kristen, tapi kitabnya bukan bibel, gak mau percaya yesus, pokoknya selain yesus dan bibel, tapi ngotot tetap harus diakui sebagai kristen. Padahal gak ada kristen tanpa kristus, namanya juga kristen, ya pengikut kristus. Kalo gak mau percaya kristus, ya jangan ngaku kristen, bikin aja agama sendiri. Kenapa sih logika sederhana gini aja jeblok mikirnya.

    Ini lagi nih satu orang buta yg merasa Islam tapi ngga tau apa itu Islam. Coba dibaca Quran Al-Hajj Ayat 78; Allah sudah menamakan Muslim semenjak dahulu pd org yg orang2 yg taat pada Nya, yg dalam bahasa arabnya disebut Islam. Termasuk nabi Ibrahim yg agamanya diikuti oleh nabi Muhammad, ia juga muslim. Jadi Islam bukan merek atau cap yg tidak cukup diikuti oleh syariat spiritual saja, tetapi memerlukan penegakan untuk melihatnya kembali bersinar. Nanti anda bingung lagi kalau Allah bilang bahwa burung juga Shalat.

    Nah kalau anda sewot sama sebuah konsep yg kelihatannya baru, perangai anda mirip dengan abu jahal cs yg kesal dg usaha nabi Muhammad dalam menegakkan lagi pola kehidupan ketaatan yg disebut Islam, belum tahu apa2 sudah main tubruk tanpa ilmu.
    Kalau ahmadiyah merasa ada nabi baru setelah nabi Muhammad, mengapa tidak ditinjau alasan mereka punya keyakinan seperti itu. Ketika nabi Muhammad dulu mengaku sebagai nabi baru setelah jesus, ia dikemplangi sama abu jahal cs, padahal dia bukan bawa agama baru. Lha kalau anda berlaku yg sama pada kasus yg sama, berarti anda pengikutnya…. ah terusin sendiri deh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s