SKB Pelarangan Ahmadiyah Akhirnya Terbit

Sebagaimana diberitakan Detikcom Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang pelarangan ajaran Ahmadiyah di Indonesia akhirnya keluar juga. SKB itu ditandatangani oleh Jaksa Agung Hendarman Supandji, Mendagri Mardiyanto dan Menteri Agama Maftuh Basyuni di kantor Departemen Agama, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (9/6/2008). Ketiga pejabat negara itu menghadiri pengumuman itu. “Keputusan ini mulai berlaku hari ini. Keputusan ini bukan intervensi tapi kewenangan pemerintah untuk menertibkan kehidupan beragama,” ujar Menteri Agama.

SKB itu tidak secara tegas melarang Ahmadiyah. Kata-kata yang digunakan cukup lentur. Pada poin 2 SKB tersebut, misalnya, tertulis:

“Memberi peringatan dan memerintahkan bagi seluruh penganut, pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) sepanjang menganut agama Islam agar menghentikan semua kegiatan yang tidak sesuai dengan penafsiran agama Islam pada umumnya. Seperti pengakuaan adanya Nabi setelah Nabi Muhammad SAW.

Meski demikian, Menteri Agama memastikan bahwa inti dari SKB itu larangan Ahmadiyah di Indonesia.

“Intinya memberi peringatan dan perintah kepada penganut JAI untuk menghentikan seluruh kegiatannya. Kalau dia mengaku Islam maka dia harus melakukan semua ajaran agama Islam,” jelas Menteri Agama. Bila JAI tidak juga menghentikan aktivitasnya, maka polisi yang bertindak.

Jaksa Agung Hendarman Supandji kepada wartawan seusai pengumuman SKB 3 Menteri Tentang Perintah Terhadap Penganut Pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) di kantor Departemen Agama (Depag) Jakarta juga mengatakan bahwa “Ini (SKB 3 Menteri) intinya memerintahkan menghentikan seluruh kegiatan JAI”. Hendarman juga menambahkan bahwa jika JAI tetap melakukan aktifitasnya berarti ada penodaan agama. “Nah itu kewenangan polisi,” kata dia.

SKB 3 Menteri ini berisikan 6 butir, yaitu:

  1. Memberi peringatan dan memerintahkan untuk semua warga negara untuk tidak menceritakan, menafsirkan suatu agama di Indonesia yang menyimpang sesuai UU No 1 PNPS 1965 tentang pencegahan penodaan agama.
  2. Memberi peringatan dan memerintahkan bagi seluruh penganut, pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) sepanjang menganut agama Islam agar menghentikan semua kegiatan yang tidak sesuai dengan penafsiran Agama Islam pada umumnya. Seperti pengakuaan adanya Nabi setelah Nabi Muhammad SAW.
  3. Memberi peringatan dan memerintahkan kepada anggota atau pengurus JAI yang tidak mengindahkan peringatan tersebut dapat dikenani saksi sesuai peraturan perundangan.
  4. Memberi peringatan dan memerintahkan semua warga negara menjaga dan memelihara kehidupan umat beragama dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum terhadap penganut JAI.
  5. Memberi peringatan dan memerintahkan kepada warga yang tidak mengindahkan peringatan dan perintah dapat dikenakan sanksi sesuai perundangan yang berlaku.
  6. Memerintahkan setiap pemerintah daerah agar melakukan pembinaan terhadap keputusan ini.

Tidak hanya Jemaat Ahmadiyah saja yang dapat dikenai pidana jika mereka tetap menjalankan keyakinannya setelah SKB dikeluarkan. Para pendukung Ahmadiyah pun dapat diberi sanksi hukum bila tetap menunjukkan dukungannya.

“Peringatan sekarang justru pada mereka-mereka semacam AKKBB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan) untuk hati-hati mendukung Ahmadiyah. Karena mereka yang mendukung pun bisa dikenai pidana,” ujar salah satu kuasa hukum FPI, Mahendradatta.

Menurut Mahendradatta, jika Jemaat Ahmadiyah tetap beraktivitas mereka dapat dikenai pasal 156 A KHUP. Pasal itu mengatur tentang penodaan agama dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. “Perlu diingatkan juga pasal itu bukan saja bisa dikenakan pada JAI, tapi buat seluruh orang yang menyatakan dukungan terhadap Ahmadiyah,” imbuhnya.

Ketua Tim Pengacara Muslim (TPM itu juga menyatakan agar tidak ada yang mengklaim bahwa SKB yang ditandatangani 3 menteri bertentangan dengan UUD 1945. “Yang harus diperhatikan, SKB itu diambil berdasarkan UU yang mengacu pada UUD 1945. SKB itu juga dikeluarkan oleh Presiden Soekarno yang notabene pembentuk UUD. Karenanya jangan ada yang sok aksi mengklaim bahwa itu bertentangan dengan UUD,” jelasnya.

Mahendradatta meminta polisi melakukan pengawasan ketat bagi JAI dan para pendukungnya. Jika mereka tetap bandel, polisi diharapkan tidak ragu-ragu lagi bertindak. “Sekarang ini bola ada di tangan polisi. Kalau mereka ada pengajian Ahmadiyah tidak ditangkap, akan kelihatan bahwa polisi sebenarnya berpihak ke siapa,” pungkasnya.

Di tempat terpisah menurut Okezone, Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq tetap meminta Keppres pembubaran Ahmadiyah. Pasalnya SKB hanya melarang dan tidak bisa membubarkan jemaah Ahmadiyah di Indonesia. “Yang bisa membubarkan Ahmadiyah hanyalah presiden dan bukan SKB,” ungkap kuasa hukum Habib Rizieq, Sugito Atmo Pawito melalui telepon di Jakarta, Senin (9/6/2008). Dia mengatakan, hal tersebut terungkap dari perbincangan antara kuasa hukum dengan Habib Rizieq di tahanan, siang tadi. Menurut Habib, munculnya SKB ini merupakan langkah awal menuju pembubaran jamaah Ahmadiyah. “Tetapi tetap yang bisa membubarkan Ahmadiyah adalah keppres,” jelasnya.

Hal yang sama juga disampaikan Pengurus Forum Umat Islam (FUI) Mursalim yang mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu keputusan presiden mengenai pembubaran Ahmadiyah, bukan pembekuan lewat SKB 3 menteri. “Yang kita tunggu adalah Keppres bukan pembekuan lewat SKB,” kata Mursalim usai mengadukan provokasi AKKBB di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (9/6/2008).

Didampingi kuasa hukum FPI, Sugito Atmo Prawiwa, Mursalim mengaku tetap akan menunggu proses SKB sampai kepada presiden dan presiden mengeluarkan keppres. “Kalau presiden tidak mengeluarkan keppres lebih baik mundur saja. Seluruh umat Islam bukan hanya FPI, ingin pembubaran Ahmadiyah,” tegasnya.

Meski begitu, FIU masih tetap menghargai keluarnya SKB sebagai sebuah proses. “Kita juga hargai menteri-menteri yang terlibat di dalamnya,” pungkasnya.

—–

Artikel terkait : Kenapa SKB Ahmadiyah Alot?



7 thoughts on “SKB Pelarangan Ahmadiyah Akhirnya Terbit

  1. Ini lah segelintir keterlambatan pemerintah dalam menindak lanjuti suatu masalah, segala bentuk bentrokan dan aksi2 berawal dari adanya kaum
    kafir ahmadiyah yg mengaku islam tapi tidak mengakui nabi Muhammad SAW sebagai rasulallah yg terakhir.
    Apa lagi yg mesti orang2 AKKBB dukung? kaum kafir ahmadiyah memang punya hak memeluk agama sendiri tapi tidak dengan mengaku ISLAM.
    Semoga pengikut kafir ahmaditah segera bertobat dan kembali ke agama yg sebelum nya mereka anut. Amin.
    Saudara ku muslim teruslah berjuang untuk membela kebenaran, tuntut pembubaran ahmadiyah sampai bersih.
    ahmadiyah yang patut kita tentang bukan saudara kita di FPI.
    FPI hanyalah satu korban skenario dari elit politik negeri ini(Indonesia).
    ini jelas…mengapa mereka memboyong keluarga utk ikut demo? mengapa mereka memaksa untuk demo di area monas?
    karena memang ingin memancing orang FPI untuk masuk kedalam skenario ini. ASTAGFIRULLAH…
    Semoga ahmadiyah yang jadi akar masalah ini cepat sirna dari muka bumi ini. AMIN YA RABBAL ALAMIN.

  2. SKB 3 MENTERI YANG DIBACAKAN SORE KEMAREN GA NGEFEK DENGAN EKSISTENSI ALIRAN AHMADIYAH, BACA SENDIRI DENGAN DETAIL ISINYA…
    ADA STATEMENT MEMBUBARKAN TIDAK???
    ITU ARTINYA SKB (BACA : SURAT KEPUTUSAN BANCI) BELUM BISA MENYELESAIKAN PROBLEM AHMADIYAH…
    PERHATIKAN SAJA BAGAIAMANA REAKSI UMAT MUSLIM DALAM WAKTU DEKAT INI.
    ISLAM JANGAN DILECEHKAN

  3. Jika amerika, inggris dan negara barat lainnya masih intervensi terhadap indonesia, jangan harap indonesia bisa bubarkan ahmadiyah. Toh pusatnya ahmadiyah juga di inggris.

    Isi skb cukup satu butir saja: dilarang mengakui ada nabi setelah nabi MUHAMMAD SAW bagi orang yg mengaku Islam. Barangsiapa melanggar larangan ini berarti menodai ajaran Islam.

  4. Apa selama ini Ahmadiyah melakukan perekrutan jemaah ?, sehingga harus ada ke khawatiran yang gak perlu seperti ini ?.
    Apakah cara yang dipilih oleh satu manusia untuk berhubungan dengan pencipta-Nya harus diatur sesuai dengan kemauan dan aturan yang dibuat oleh manusia ?.
    Apakah pihak yang selama ini menentang dan akhirnya melakukan kekerasan dengan topeng agama, adalah sudah menjadi manusia yang lebih baik ?.
    Apakah bijaksana menyalahkan pemerintah atas kekacauan yang dibuat oleh masyarakatnya sendiri ?.
    Saya memang tidak lebih baik dari anda sekalian yang menyatakan sebagai Umat Tuhan tetapi menindas sesamanya, tetapi paling tidak walaupun saya tidak mengikuti aliran Ahmadiyah, saya tidak akan memaksa saudara saya sendiri untuk meninggalkan kepercayaannya.

    -Umat Tuhan-

  5. Saudari Sisil…
    Apa selama ini Ahmadiyah melakukan perekrutan jemaah ?, sehingga harus ada ke khawatiran yang gak perlu seperti ini ?.Kalau tidak ada perekrutan jemaah, gak mungkin begitu banyak pengikutnya. Dan terjadinya kekhawatiran, kami selaku umat muslim sungguh merasa khawatir bahkan merasa di nista kan, karena ahmadiyah “mengaku” Islam tapi tidak mengaku nabi Muhammad sebagai nabi dan rosul yang mengajarkan Islam yang sesungguhnya, malah yakin bahwa mirza ghulam sebagai nabi mereka, Apakah ini bukan menyesatkan umat Islam? Maaf apakah anda muslim?

    Apakah cara yang dipilih oleh satu manusia untuk berhubungan dengan pencipta-Nya harus diatur sesuai dengan kemauan dan aturan yang dibuat oleh manusia?. Setiap manusia berhak memilih jalan atau cara nya sendiri untuk berhubungan dengan sang pencipta tapi tidak dengan menistakan agama yang di anut orang lain.Sekali lagi apa agama anda? kalau anda bukan muslim wajar kalau anda tidak khawatir. Sekali lagi ahmadiyah tidak di benarkan mengaku ISLAM. ini jelas penistaan dan bisa menyesatkan. SKB seharus nya berisi “Melarang ahmadiyah mengaku Islam” karena ahmadiyah bukan Islam. Islam hanya mengaku “Ashadu allah ilahailallah wa ashadu ana muhammadarosulullah”

  6. Agama Yahudi tidak mengakui Isa Al-Masih sbg rasul. Agama Nasrani tdk mengakui Muhammad SAW sbg rasul. Ahmadiyah tidak mengakui Muhammad SAW sbg nabi terakhir. Apakah Yahudi, Nasrani, Islam dan Ahmadiyah bisa disatukan dalam satu agama jika dalam hal urusan rasul saja tdk saling mengakui?

    Yg diminta umat Islam sebenarnya sederhana, kalau ahmadiyah ingin eksis di Indonesia ya silahkan tapi jgn membawa2 nama Islam. Kalau mereka menggunakan nama agama ahmadiyah misalnya, umat Islam pasti tdk akan mempermasalahkannya. Silahkan pakai nama agama ahmadiyah dgn melepaskan semua atribut2 ajaran Islam yg terkait dgn-nya termasuk kitab sucinya juga jgn memakai Al-Qur’an. Cukup gunakan kitab suci Tadzkirah yg mereka akui juga sbg wahyu Tuhan. Inilah yg dimaksud dgn kebebasan beragama dlm konsep Islam. Bagimu agamamu dan bagiku agamaku.

    Tapi kalau tetap ingin menggunakan nama Islam mau tdk mau akan terikat dgn hukum Islam dimana batasannya sdh jelas dan tegas sbgmana yg tertera di dlm Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 40:

    “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki diantara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah (utusan Allah) dan penutup nabi-nabi; dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu”.

    Jika ahmadiyah masih mengakui Mirza Ghulam Ahmad sbg nabi maka sama artinya dgn menolak ayat Al-Qur’an di atas. Tetap mengaku Islam tapi mengingkari ayat Al-Qur’an sama artinya dgn menodai ajaran Islam.

    Salamun ‘ala manittaba al Huda.

  7. Gusdur smoga dilaknat oleh Allah swt. Sudah dikasih kagak melek eh.. Ngomongnya ngaco dan nyeleneh.
    Smoga si kafir Gusdur dan antek-anteknya mati dalam keadaan hina. Umat islam sudah tidak mentolelir omongan yang keluar dari mulut para laknatulloh tsb.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s