MUI : Musnahkan Atribut Ahmadiyah

Ahmadiyah boleh lega karena surat keputusan bersama (SKB) tiga pejabat negara tidak membubarkan organisasi itu. Namun, Ahmadiyah tetap terancam dibubarkan jika masih ‘bandel’. “Kalau masih melanggar SKB, akan diusulkan pembubaran melalui dua alternatif. Pertama, diusulkan ke Presiden oleh tiga pejabat negara (Menag, Mendagri, Jaksa Agung). Lalu Presiden akan mengeluarkan Keppres pembubarannya,” kata Wakil Ketua Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) Wisnu Subroto.

Sementara itu Pemerintah sendiri siap mengawasi pelaksanaan surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri tentang pelarangan aktivitas Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI). “Di dalam SKB, diktum keenam menyebutkan, diserahkan kepada pemerintah. Pemerintah daerah dan aparat keamanan akan memantau supaya bisa memenuhi sebagaimana disebutkan dalam diktum nomor 2 SKB,” kata Jaksa Agung Hendarman Supandji. Artinya apabila Ahmadiyah tetap melaksanakan aktivitas, maka pemerintah akan merekomendasikan agar dikeluarkannya Kepres soal pembubabaran Ahmadiyah. “Kalau sudah diberi peringatan, kapan waktunya tidak disebutkan dalam UU, tapi tentunya ada batas waktu atau termin, “tambahnya. Namun bila Ahmadiyah masih melaksanakan kegiatannya maka para pengikutnya akan diproses secara hukum. “Kalau Ahmadiyah tidak bisa melakukan perintah dan peringatan, maka dia sudah melakukan penodaan agama,” pungkasnya.

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mahfud Sidik menilai dengan diterbitkannya surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri, aparat kepolisian dan ormas-ormas Islam harus dapat mengawal pelaksanaan SKB. “Jadi kalau SKB dilanggar Polisi dan ormas Islam jangan segan-segan untuk melaporkan secara hukum,” kata Mahfud. Namun, lanjutnya, SKB tersebut harus mempunyai petunjuk teknis yang jelas dan gamblang. “Misalnya mengenai tempat ibadah Jemaah Ahmadiyah. Apakah masjid tersebut layak ditutup atau tidak, karena persepsi masyarakat bisa macam-macam. Dengan demikian SKB perluk dibuat turunan juklak-nya,” tegasnya. Sementara itu, menanggapi pro dan kontra yang terjadi di masyarakat, Mahfud meminta agara diselesaikan dengan hukum. “Kalau ada pihak yang tidak puas, termasuk pembubaran Ahmadiyah tidak terlaksana, bisa mengajukan delik untuk menuntut pembubaran Ahamdiyah secara hukum,” tukasnya.

Namun pendapat Mahfud Sidik ini ditolak Wisnu Subroto (Bakorpakem). “SKB itu kan sudah jelas, jadi ya tidak perlu ada aturan teknis lagi” kata Wisnu. Masih menurut Wisnu, SKB itu telah memuat jelas larangan bagi JAI untuk melakukan aktivitas yang tidak sesuai ajaran Islam. Jika dilanggar, maka ancaman pasal 156a KUHP tentang penodaan agama akan langsung menjerat. “Kalau tidak ditaati ya langsung kena undang-undang,” ujar pria yang juga menjabat Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejagung ini. Wisnu menjelaskan, seluruh aparat pemerintah harus memantau pelaksanaan SKB ini. “Pengawasan ya di semua pemda, tetapi pusat juga mendukung. Kalau ada yang melakukan pelanggaran ya diproses hukum,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidhan secara tegas meminta kepada pemerintah untuk melaksanakan secara benar dan konsekuen Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri tentang pelarangan aktivitas Ahmadiyah. Salah satunya dengan memusnahkan semua atribut Ahmadiyah, termasuk buku dan tazkiroh. “Negara harus menarik 46 judul buku tentang ajaran Ahmadiyah, karena itu berisi ajaran menyimpang. Kan salah satu isi SKB menyatakan Ahmadiyah adalah ajaran meyimpang,” kata Amidhan. Pemerintah juga harus memberangus tazkiroh, yang berdasarkan penelitian MUI, isinya telah mengacak-acak kitab suci Alquran. “Ada 101 ayat yang diinsert dari perkataan Mirza Gulam Ahmad dan mereka klaim itu sebagai wahyu,” terangnya. Dia mengimbau kepada umat Islam untuk menerima SKB Ahmadiyah tersebut. Namun jika Ahmadiyah tetap melanggar SKB, maka Amidhan akan mendesak pemerintah membubarkan Ahmadiyah. “Kita akan mendesak pemerintah mengeluarkan Kepres pembubaran Ahmadiyah,” pungkasnya.

Bagi Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Abu Bakar Ba’syir, surat keputusan bersama (SKB) tentang Ahmadiyah mengambang. Ba’asyir meminta pemerintah membubarkan Ahmadiyah atau memasukkannya ke kelompok non muslim. “Itu artinya, masih diperbolehkan kelompok yang merusak Islam. Meski tidak ada kegiatannya. Itu sama saja lokalisasi kelompok,” kata Ba’asyir. Ba’asyir meminta pemerintah tegas membubarkan Ahmadiyah atau memasukannya ke kelompok non muslim. “Kita akan menuntut dengan berbagai cara yang tidak menyalahi aturan. Intinya Ahmadiyah bukanlah kebebasan beragama. Tetapi kebebasan merusak Islam,” ujarnya.

—–

Sumber : Okezone, Detikcom

6 thoughts on “MUI : Musnahkan Atribut Ahmadiyah

  1. MUI : Musnahkan Atribut Ahmadiyah
    Bukan hanya atribut yang harus dimusnah kan ya habib..tapi melarang ahamdiyah mengaku sebagai Islam, karena jelas ahmadiyah merusak aqidah umat Islam. Selama SKB yang keluar masih tidak jelas arah nya, umat Islam harus terus berjuang menuntut kebenaran.Bukan hanya atribut yang di musnahkan tapi seluruh ajaran dan pengikutnya selama “mereka”(ahmadiyah) masih tetap mengaku sebagai Islam.
    “mereka” memang punya hak untuk meyakini suatu kepercayaan TAPI TIDAK PUNYA HAK UNTUK MENGAKU ISLAM DAN TIDAK PUNYA HAK MERUSAK AQIDAH ISLAM.

  2. Harus diakui isi SKB memang tdk tegas thd status ahmadiyah krn dialog dan pembinaan thd ahmadiyah agar kembali ke jalur Islam sebenarnya juga sudah dilakukan. Dan hal ini sdh berlangsung cukup lama. Tapi saya pikir arah dari SKB ini tetap kpd pembubaran ahmadiyah soalnya kalau keyakinan mereka thd Mirza Ghulam Ahmad sbg nabi setelah nabi Muhammad SAW tdk juga tergoyahkan maka sangat berat bagi mereka utk melaksanakan diktum 1 dan 2 dari SKB tsb karena disitulah sebenarnya inti dari perbedaan yang selama ini terjadi. Jadi mari kita sedikit bersabar saudara2ku.

  3. setuju, mari kita bersabar untuk mengatur dan menyusun langkah kita agar lebih efektif menyelesaikan masalah. mungkin ALLAH SWT berkenan memberikan latihan kepada kita dengan kelas yang lebih tinggi lagi. maka mari kita pererat ukhuwah, tingkatkan kewaspadaan, tambah wawasan, berpikir lebih strategis, dst. semoga dengan itulah kita ke surga.

  4. Kenabian Mirza Ghulam Ahmad yang dimaksud oleh kaum Ahmadiyah adalah kenabian yang telah diisyaratkan oleh nabi Muhammad SAW sebagai Isa akhir jaman dan Imam Mahdi (laa mahdiyya illa Isa), jadi bukan kenabian yang berdiri sendiri, atau dalam istilahnya Gus Dur; rasulli fii rasulillah atau rasulnya rasul.
    Gak perlulah kita menganggap mereka sesat, ingat pesan Allah SWT didalam Al-Qur’an berikut: ” Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, melaksanakan shalat, dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. – Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih had. (QS. al Baqarah: 277).

    Paham kenabian pasca Muhammad saw, yang dianut oleh Ahmadiyah, boleh saja diperdebatkan atau tidak disetujui. Tetapi perdebatan itu terlalu jauh dari yang utama, karena yang paling mendasar dalam keberimanan adalah pengakuan tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad sebagai Rasulullah. Ahmadiyah bukan saja tidak lari dari prinsip tersebut, tetapi banyak beramal untuk membina ketauhidan itu.

    Amal shaleh Ahmadiyah telah terbukti banyak memperluas pengaruh Islam di daratan Eropa. Sehingga suara adzan telah menembus masyarakat yang terkenal sekuler dan modern. Tidak terhitung berapa banyak orang-orang yang berkehidupan sekuler dan modern di barat yang terpanggil masuk Islam. Masjid-masjid didirikan di sejumlah kota, dan buku-buku tuntunan Islam pun disebar dalam berbagai bahasa. Dan mereka yang masuk Islam berkat dakwah Ahmadiyah bukanlah Muslim yang bersaksi Mirza sebagai rasulullah menggantikan Muhammad, melainkan mereka yang bersaksi bahwa Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad sebagai Rasulullah. Bukankah itu suatu amal shaleh yang memang melekat dengan keberimanannya?

    Marilah kita jujur dalam menilai Ahmadiyah. Terhadap sesuatu yang berbeda atau menganggap “sesat” sekalipun sejauh disertai dengan alasan yang bisa dipertanggungjawabkan di hadapan Allah, silahkan. Namun tidak tepat, kalau ketidaksukaan atau ketidaksesuai paham, kemudian menutup kebaikan yang telah dilakukan oleh Ahmadiyah. Tuhan mengingatkan: Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. ( Al Maidah: 8).

    Klaim kenabian atas Mirza Ghulam Ahmad boleh diperdebatkan. tetapi bisakah dijelaskan bahwa Mirza terbukti hendak menggelincirkan iman para pengikutnya, atau membelokkan persaksian atas diri Muhammad sebagai Rasul, atau membelokkan pengikutnya untuk lari dari al Qur’an?.

  5. Kedatangan Imam Mahdi dan “turunnya” kembali Isa Al-Masih memang merupakan keyakinan dari umat Islam. Namun apakah benar MGA sebagai Imam Mahdi sekaligus Isa Al-Masih yang dijanjikan Allah? Sekarang coba kita cermati hadist2 yang terkait dengan Imam Mahdi dan Isa Al-Masih. Satu contoh saja, semua hadist shohih menyatakan bahwa kondisi sesudah keduanya “diturunkan” Allah ke muka bumi ini maka dunia akan aman dan keadilan akan merata dan Imam Mahdi-lah yang akan memimpin dunia. Tetapi coba kita lihat kondisi saat ini, apakah seperti yg diriwayatkan dlm hadist? Sejak zaman MGA hidup sampai Kholifah Ahmadiyah ke-V (sekarang), hal tersebut masih jauh dari kenyataan. Pemimpin ahmadiyah sendiri bukanlah pemimpin yg diterima oleh banyak pihak malah banyak dihujat dan ditentang oleh orang Islam sendiri.

    Bersyahadat La illaha illallah Muhammadar rasulullah tidak hanya diucapan tapi juga dalam bentuk perilaku yaitu dgn mematuhi semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Kalau mmg ahmadiyah mengakui tiada illah selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, lalu kenapa ahmadiyah ketika sholat tidak mau bermakmum kepada yg non ahmadiyah? Sejak kapan Rasulullah SAW mengajarkan ketika menghadap Allah (sholat) harus ada pembedaan seperti ini? Bukankah ini berarti ahmadiyah melihat bhw penganut muslim yg non ahmadiyah adalah sbg non muslim?

    Menyebarluaskan suatu ajaran “kesesatan” sbgmana yg dilakukan ahmadiyah yg sampai ke daratan Eropa bukanlah hal yg perlu diapresiasi. Ahmadiyah malah telah merusak aqidah umat lain yg ingin masuk Islam secara khaffah. Makanya majelis ulama dunia (bkn hanya MUI lho ya) telah menstempel ahmadiyah sbg agama diluar Islam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s