Mahasiswa Unas Meninggal Dunia

Maftuh Fauzi, salah seorang mahasiswa yang menjadi korban kekerasan penyerbuan aparat kepolisian ke kampus Universitas Nasional (Unas) tanggal 24 Mei 2008 yang lalu saat menolak kenaikan harga BBM, hari ini (Jumat, 20 Juni 2008) akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta. Maftuh tercatat sebagai mahasiswa Unas jurusan Sastra Inggris angkatan 2003. Maftuh mengalami luka di bagian kepala. Kemungkinan besar sewaktu terjadi kerusuhan tersebut kepalanya mendapat pukulan pentungan polisi dalam intensitas yang sangat keras. Bahkan diberitakan saat ditahan di sel pun dia sempat muntah-muntah.

Pihak RSPP sendiri diawalnya mengatakan bahwa kematian Maftuh Fauzi bukan disebabkan oleh luka di kepala sebagaimana rujukan dari RS UKI karena dari hasil CT scan RSPP tidak ditemukan adanya keganjilan pada organ kepalanya. RSPP menyimpulkan bahwa Maftuh Fauzi meninggal akibat infeksi sistemik yang berawal dari infeksi paru-paru yang kemudian menjalar ke seluruh tubuhnya. Belakangan dipertegas lagi oleh RSPP bahwa penyebab kematiannya adalah virus HIV/AIDS! Entah betul atau tidak tapi penjelasan ini memang menimbulkan tanda tanya besar dan kecurigaan bahwa telah terjadi “rekayasa”. Pertanyaan yang sama besarnya ketika kepolisian tiba-tiba menemukan narkoba (ganja) dalam jumlah yang cukup banyak sewaktu penyisiran di kampus Unas.

Saat insiden Unas terjadi sangat tampak bahwa suhu politik dalam negeri sudah semakin memanas. Penolakan kenaikan BBM terutama oleh mahasiswa terjadi hampir di seluruh wilayah tanah air. Jika momentum itu terus bertahan maka tidak menutup kemungkinan akan semakin memuncak dan tidak hanya membuat pemerintah terpaksa mengakomodasi tujuh tuntutan mahasiswa tapi juga bisa membahayakan keberlangsungan pemerintahan SBY-JK. Tapi seperti yang disinyalir banyak pihak, pemerintah akhirnya berhasil meredamnya dengan “menciptakan” insiden monas yang berbuah bentrokan antara FPI dengan AKKBB. Setelah insiden monas sampai hari ini, praktis semua berita tentang penolakan kenaikan BBM hilang ditelan bumi. Semua mata dan telinga sudah tidak peduli lagi dengan aksi mahasiswa termasuk yang sampai melakukan mogok makan. Semua perhatian hanya tertuju kepada berita FPI dan AKKBB.

Yang kita sayangkan, sampai sekarang belum juga terdengar dengan jelas sejauhmana proses hukum terhadap aparat kepolisian yang terlibat dalam bentrokan Unas, baik yang langsung berada di lapangan maupun para atasannya (Kapolda dan Kapolri). Dtengah semakin menipisnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian dalam penegakan hukum, proses hukum terhadap aparat sudah selayaknya mendapat prioritas. Ironisnya yang terkena jeratan hukum biasanya hanya pelaksana di lapangan sedangkan para atasannya nyaris tidak tersentuh. Budaya mundur dari jabatan sebagai bentuk pertanggungjawaban atasan masih langka di negeri ini.

Setelah meninggalnya Maftuh Fauzi, kita masih belum tahu apakah para mahasiswa akan kembali turun ke jalan untuk menyuarakan tuntuntannya yang sempat tertunda ataukah akhirnya masuk ke dalam skenario pemerintah sebagaimana yang saya sampaikan di atas. Semoga semangat para mahasiswa masih tersisa karena rakyat kecil banyak yang berharap dengan mereka untuk mendobrak kebijakan ekonomi pemerintah yang jelas-jelas berkiblat kepada neo-liberalisme. Hal lain yang perlu kejelasan adalah sejauhmana kebenaran kematian Maftuh Fauzi disebabkan oleh virus HIV/AIDS sebagaimana penjelasan resmi yang disampaikan RSPP.


7 thoughts on “Mahasiswa Unas Meninggal Dunia

  1. Salam kenal Mas, urun opini…

    Setahu saya, virus HIV membutuhkan waktu yang cukup lama – 10 tahun atau lebih – untuk bisa menjelma menjadi AIDS di tubuh seseorang sejak penularan pertama kali. Apalagi jika tubuh si penderita yang tertular virus HIV cukup sehat.

    Jadi, jika alm. Maftuh meninggal karena AIDS dan dihitung bahwa almarhum adalah mahasiswa angkatan 2003 – dengan asumsi sejak SD selalu naik kelas & langsung masuk PT, artinya saat meninggal almarhum berumur 22-23 tahun – berarti almarhum tertular virus HIV saat almarhum berumur 12-13 tahun. Wah, almarhum ‘ngapain’ aja ya di umur segitu sampai bisa tertular virus HIV?

    Jadi – paling tidak buat saya saat ini – penjelasan RSPP nggak masuk di nalar…

    Wallahu alam…

  2. SESUNGGUNYA KITA KEMBALI DITIPU MILITER DAN POLISI VIA SBY.
    ERA BANCI SBY-JK SUDAH SELESAI, KITA TUTUP TEATER MEREKA
    KITA DAHSYATKAN GERAKAN PELENGSERAN SBY-JK. TAK BISA DITAWAR LAGI.
    Kemarin 25 Juni 2008, si banci SBY masih harmoko pula, hari-hari omong-kosong. SBY minta masyarakat tidak buat kerusuhan, rayuan gombal orang kepepet. SBY sendirilah penyebab kerusuhan masif yang segera terjadi setelah dia dengan memuakkan ambil kebijakan ngacau menaikkan tinggi harga-harga BBM yang memicu melambungnnya harga sembako, harga semen dll, ongkos angkutan umum dll. Gila. Pemerintahan si banci itu makin buat ribuan pejabat dan pegawai negeri ini sangat berani korupsi da ber-KKN canggih. Orang-orang birokrat amatiran itu merampas uang negara yang berarti uang rakyat. Mereka kini menjadi sangat kaya-kaya, rata-rata memiliki 3-4 rumah. Dua rumah sebelumnya untuk anak-anak mereka yang sudah besar dan sebagian sudah berumah-tangga. Dua rumah baru biasanya di kawasan elit. Mobil-mobil mereka pun bagus. Tentu tak mengapa kalau itu diperoleh dengan halal. Semua itu faktanya dari hasil mencuri canggih uang rakyat. Uang anggaran. Uang proyek. Terjadi sangat masif di level pejabat atas hingga menengah. Luarbiasa. Korupsi gila itu menjadi-jadi setelah Indonesia dipegang si banci lemah gemulai SBY dan si makelar, pengusaha, JK.
    Korupsi tingkat pusat hingga daerah kian mendahsyat. Otonomi dibuat sebagai upaya bodoh sistem negara untuk lepas tanggung jawab, pusat ingin lepas dari membiayai daerah, hingga mencipta raja-raja baru, gubernur-gubernur dan bupati-bupati maling bersama kelompok mereka. Jumlah korupsi mencapai triliunan rupiah. Itu pun baru yang selesai diaudit BPK. Korupsi sistemis dan membudaya ini tentu saja terjadi lantaran presidennya lemah gemulai tak tegas seperti SBY, yang dibeking makelar busuk-licik JK. Semua ini meludeskan uang rakyat. SBY bahkanmenggunakan dana-dana sumbangan dari yang terakhir Australia, Kevin Ruud, untuk mulai money politic, padahal dana itu diberikan bukan untuk maksud itu.
    Korupsi kini terjadi mencapai rekor pada pemerintahan yang dibeking dan dikendalikan rapi militer dan kepolisian melalui SBY. Rakyat miskin dan mahasiswa hanya dihibur dengan uang receh BLT / BKM. Kembali-kembali rakyat tertipu ditipu SBY. SBY-JK pintar sandiwara, mereka magang lama dalam pemerintahan gaya Orba. Indonesia tak lebih dari sebuah junta, pemerintahan militer, Myanmar. Bajunya yang berbeda. Lebih bebas. Bebas mengungkapkan pendapat. Media-media televisi sangat buruk tanpa perjuangan nyata membela rakyat. Seakan-akan media televisi itu membela rakyat namun yang terjadi hanya menyuarakan fakta yang diputar balikkan atau hanya menghantam demonstran, sementara kekerasan polisi tidak dibahas, malah aktivis berinisial FJ dipojokkan dan kalau perludikambing-hitamkan. Sementara Syamsir Siregar, kepala BIN, menuduh sesukanya FJ. Cara-cara kambing hitam orang-orang legasi Orba.
    Negeri ini masih militeristik dengan sedikit modifikasi di sana-sini. Begitu Megawati yang naif, bodoh dan polos itu, tidak terpilih menjadi presiden 2004, dengan ditandai berbagai bom termasuk bom dahsyat depan Kedubes Australia di Jakarta serta pembunuhan Munir, maka praktis Indonesia kembali ke pangkuan militer, dengan pendekatan dan siasat halus menyelewengkan reformasi dan demokrasi, siasat usang Orba yang harusnya sudah dihapus dari negeri ini. Munculah SBY direkayasa menjadi pemenang presiden dalam pemilu 2004. SBY menang melalui pemilu curang rekayasa yang dilakukan sangat rapi melalui pemalsuan suara dan money politic yang diatur penguasa di sini melalui orang-orang Koramil, Kodim, Kodam, yang dicitrakan seakan-akan rakyat memang mayorits memilih SBY-JK. Sangat canggih. Kini era tipuan seperti itu tidak boleh terulang lagi mulai 2009.
    Perlukan SBY-JK mundur? Zaman SBY sudah selesai. Mari kita sebagai mahasiswa, aktivis, buruh, pejuang rakyat, pembela rakyat kecil, tekan DPR terus agar segera melengserkan SBY. Si Banci SBY-JK hanya doyan bicara. Mari kita hancurkan pos-pos polisi, mobil-mobil bergincu dll dengan dahsyat. Lakukan dengan gerilya dan jangan hura-hura. Lakuka dengan cerdas dan pintar. Buat SBY-JK bertekuk lutut di kita kita mahasiswa pembela rakyat kecil dan pelurus ulang Indonesia yang telah jauh melenceng dari UUS 1945 dan Pancasila. Zaman SBY-JK sudah selesai. Mari kita tutup teater sandiwara SBY-JK, dan juga DPR kalau DPR tidak membela rakyat juga, dengan goncangkan Jakarta dan kota-kota besar seluruh Indonesia, dengan kerusuhan masif (huge riots), setelah aparat keamanan, politi, membunuh tanpa Pancasila, tanpa perikemanusiaan, atas seorang teman dan sahabat kita, Maftuh Fauzi, dengan kekerasan tak berperikemanusiaan!
    Kita mahasiswa, buruh, nelayan, petani dan seluruh rakyat, kelas rendah menengah dan atas, kini saatnya mengganti presiden dan wakil presiden. Saatnya Indonesia memiliki presiden dan wakil presiden yang berwawasan internasional global, yang jujur, tulus, tegas, berani, membangun negara dengan cara-cara internasional, sehingga tidak ada peluang lagi bagi orang-orang warisan Orba berkuasa mendindas dan menyengsarakan rakyat. Indonesia sanat kaya sumber alam, mengapa dan anehnya rakyatnya sengsara sistemis. Sangat ironis. Kita terus maju, tanpa mundur seikitpun. Bila DPR tidak bergeming, tidak bertindak, maka kita bubarkan pula mereka. Kita duduki gedung itu! MARI BERGERAAAAKKK!!!

  3. IRMA BETUL.
    KITA BAWA APASAJA YANG KITA PUNYA. BOLEH BOM MOLOTOV, PARANG DAN SENJATA. MUNGKIN KITA PERLU MINTA SENJATA KEPADA CIA SEBAB KITA DILAWAN DENGAN KEKERASAN SENJATA OLEH POLICI. INI SITUS CIA: https://WWW.CIA.ORG ATAU KETIK DI SERACH YAHOO: CIA DAN CARI WEBNYA. EMAIL PERNYATAAN PENDEK KITA KE CIA DENGAN JELAS DAN BAIK, KITA MINTA SENJATA UNTUK MELAWAN POLISI KITA YANG AROGAN YANG MEMBELA PENGUASA DAN BUKAN MEMBELA RAKYAT!
    KALAU ANDA TIDAK MENULIS RINGKAS, EMAIL ANDA AKAN DITOLAK SITUS CIA ITU.
    MARI KITA BERGERAK MEMBELA RAKYAT.
    boleh juga ke situs PBB. UN.

  4. SBY, SUTANTO HARUS MUNDUR MEMIKUL TANGGUNG JAWAB MORAL DAN HUKUM
    SBY MELANGGAR UUD 1945. AMIEN DKK PENGECUT.

    Ini sebuah kasus kejahatan dari iceberg kejahatan di Indonesdia. Kasus teranyar. Orangtua Maftuh takut pada aparat keamanan. Menurut informasi dari tetangganya, orangtua Maftuh didatangi beberapa orang kemungkinan anggota polisi memintanya jenazah Maftuh tidak digali atau diotopsi. Informasi lain menyebut orangtuya Maftuh “dibungkam”, diberi sejumlah uang, untuk maksud tersebut. Mahasiswa Universitas Nasional, Maftuh Fauzi, tewas beberapa hari setelah dirawat di RS akibat pukulan keras polisi ketika terjadi bentrok dalam demo anarkis antara mahasiswa Unas dengan kelompok polisi yang melakukan kekeasan beberapa minggu yang lalu. Jurubicara RS Pertamina menuduh Maftuh tewas akibat HIV, fitnah yang sangat keji.

    IDI harus memaksa orangtua Maftuh merelakan jenazah Maftuh digali untuk diotopsi. Jurubicara dokter RS Pertamina yang menyatakan Maftuh tewas akibat HIV harus segera diinvestigasi untuk menemukan siapa di balik perintah fitnah tersebut dan supaya aparat pelaku perintah memberikan keterangan palsu melanggar hukum atau kode etik kedokteran itu kepada banyak wartawan harus disidang diadili termasuk jurubicara RS Pertamina tersebut. Agar memberi efek jera dan pembelajaran, jrubicara dan pelaku yang memerintahkan keterangan palsu tersebut harus dipenjarakan. Banyak sudah keterangan-keterangan palsu yang selalu diberikan oleh RS Pertamina. Contoh gamblang adalah ketika Suharto dahulu hendak diadili maka keterangan palsu selalu muncul yang menyatakan bahwa Suharto “sakit permanen” padahal waktu itu Suharto masih sehat bugar.

    SBYdan Sutanto hendaknya mundur memikul tanggung jawab sengaja membiarkan terus tanpa muncul jera berbagai kekerasan dan penyiksaan, yang menyebabkan, kasus terbaru, tewasnya Maftuh oleh aparat keamanan dalam hal ini polisi. Hukum tertinggi dari seluruh sumber hukum terpenting setelah Pancasila yaitu UUD 1945 pada dasarnya menyatakan Presiden, Kapolri, aparat keamanan khususnya harus menjunjung tingi HAM. UUD 1945 bukan hasil rekarasa kelas teri peraturan-peraturan buruk sarat kepentingan yang akhir-akhir ini dibuat Presiden dan DPR.

    UUD 1945 berdasarkan Deklarasi HAM Universal PBB yang tidak boleh dilanggar. Kekerasan dan penyiksaan melanggar hukum nasional dan internasional. Dalam hukum internasional dinyatakan sangat jelas: Torture and violence are totally banned under international law (Kekerasan dan penyiksaan dilarang total oleh hukum internasional). Bahkan itu telah diperkuat resolusi terbaru Dewan HAM Internasional di Jenewa pekan lalu yang menegaskan “absoulte prohibition on violence and torture as well as cruel, inhuman and degradading treatment”. Sebanyak 145 negara anggota PBB menandatangani Kovensi Kekerasan dan Penyiksaan tersebut, mereka mematuhi, menaati, kecuali pemerintah Indonesia.

    Akan tetapi, pemerintah Indonesia sejak Suharto hingga SBY saat ini terus gile karena masih terus saja dan selalu membiarkan aparat keamanan, anggota polisi utamanya, melakukan kekerasan terhadap warga negara dan rakyat termasuk mahasiswa yang berjuang membela hak-hak rakyat. UUD 1945 mengamanatkan rakyat Indonesia pun harus mendapat hak-hak ekonomi, sosial, pendidikan, beragama dan berkeyakinan, sesuai standar universal, standar internasional, sebagaimana dalam rumusan pasal-pasal UUD 1945, yang diambil dari Deklarasi Universal PBB. Aapakah rezim Indonesia seperti ini, dari waktu ke waktu, yang berkuasa h-a-n-y-a untuk memperkaya diri dan kelompok, dibiarkan terus berkuasa? Dimana para intelektual dan cendekiawan bangsa ini? Mengapa kita mahasiswa nggak didukung menghentikan mereka? Kenapa kita semua tinggal diam? Kapan rakyat menikmati kehidupan layak seperti bangsa-bangsa lain? Rakyat dibunuh pelan-pelan oleh kebijakan membunuh oleh rezim feodal penjajajah bangsa sendiri.
    Dimana — sesungguhnya kami tak sudi panggil kalian pak atau tuan, “pak” Amien Rais? Dimana “pak” Mochtar Pakpahan? Dimana “tuan” Jimly Assidiqie? Tiiiiiduuur kali ya. Kenapa facade democracy and fake democracy SBY-JK kalian biarkan. Tatkala situasi sudah begitu sangat buruk, ini berkepanjangan dan begini terus, dimana People Power, dimana Impeachment? Apa saudara taruh di ketiak saudara? Pengecut. Opportunis. Tunggu bencana besar buatan mahasiswa dan penunggang.

    —–

    Saya bisa memahami kegusaran teman2 mahasiswa. Tapi ada satu hal yg perlu diingat bahwa utk mencapai tujuan perlu strategi. Jika mahasiswa hanya mengedepankan emosi… saya pikir mahasiswa akan “kalah” krn yg dihadapi ini adalah pemerintah dan aparat yg sdh “berpengalaman” dalam membungkam suara mahasiswa. Seperti yg kita lihat di media massa bahwa yg di blow up oleh berbagai media adalah aksi “anarkis mahasiswa”. Sementara kasus kejanggalan kematian Maftuh Basuni nyaris tidak terdengar lagi. Pemberitaan seperti ini jelas bisa merugikan perjuangan mahasiswa krn akan membuat opini publik yg negatif thd mahasiswa dan akhirnya tidak mendapat simpati dari masyarakat.

    Hal lainnya yg saya amati, mahasiswa sendiri masih belum satu suara. Terbukti dari masih “sedikitnya” mahasiswa yg turun ke jalan dalam menolak kenaikan BBM. Seperti kata Amien Rais, kalau massa yg turun ke jalan hanya 1.000 org maka pasti akan dibubarkan aparat. Kalau 10.000 org maka aparat akan berjaga-jaga. Tapi kalau sdh mencapai 100.000 org maka tidak pilihan lain bagi aparat selain memihak kepada rakyat. Kematian Maftuh Fauzi sebenarnya bisa dijadikan momentum. Tapi momentum ini akan hilang dgn sendirinya jika elemen2 mahasiswa tidak berusaha menyamakan visi dan strateginya.

  5. Kita tidak pernah emosi. Upaya kita hanya the last resort, pilihan terakhir, ketika kita mahasiswa yang benar-benar berjuang untuk rakyat, selalu dilecehkan dan dipandang satu mata! Kita harus angkat senjata. Kita akan minta Amerika dkk memberi senjata pada kita untuk melawan: senjata lawan senjata! Tunggu saja tanggal mainnya. Tak percaya, saksikan nanti. Namun untuk saat ini kita akan demo membakar gerilya mobil-mobil bergincu dan mengumpulkan data dimana tempat tinggal para koruptor yang nantinya kita akan masukkan daftar WANTED oleh kita untuk dibalas.

    —–

    Saudaraku Uswatun Hasanah, melawan kekerasan aparat dgn senjata atau melakukan aksi pembakaran kendaraan plat merah malah akan sangat memudahkan pemerintah dalam meredam bahkan membasmi aksi mahasiswa krn mereka punya alasan yg kuat utk “menumpasnya”. Jadi sekali lagi, kalau boleh memberi saran, gunakanlah cara-cara yg lbh elegan. Di negara manapun, tidak ada aksi demo yg berhasil dgn menggunakan kekerasan. Cara demo thn 1998 yg akhirnya menggulingkan Soeharto bisa dijadikan pelajaran bagaimana mahasiswa saat itu berhasil “mengalahkan” kediktatoran tanpa harus menggunakan kekuatan senjata dan merusak.

    Salam Perjuangan!

  6. SBY -The super president on the track:

    oiiii. SBY emang lick ya katanye sekolah gratis tapi selama die memrintah gak ade tuh sekoleh gratis. eee baru sekarang ada wacana atawa iklan sekolah gratis apa itu bukan pembodohan bagi rakyat agar pilih dia krn kasih sekoleh gratis .

    Masalah BBM diturunkan itu dah kewajiban SBY dan pemerintahkrn itru suatu kewajaran jika haraga BBM diturunkan sebab harga BBM dunia turun juga maka harga dllm negri hrs turun.masuk akal toh.

    Beda kalau hraga dunia tinggi tapi dia bikin haraga BBM dlm negri tetep rendah .baru die ada jasanye .

    Satu lagi die juga suka pecah belah partai org loh.een die pakai inteligen dan aparat untuk paksa wong cilik pilih dia.

    Janjinya juga janji kosong .Dia bikin janji tapi gak bisa diwujudkan krn waktu bikin janji gak diperhitungkan masak2 apa bisa diwujudkan.

    Anaknya pun kawin pake fasilitas negara. Lagaknya anaknya sok kaya pabngeran waktu kawin.

    een ye perlu tau otaknya SBY itu ya JK . Perdamaian di Aceh ya JK otaknye.Sekarang dia mo pake Budiono sbg otaknye. SBY itu gak bisa apa2. Kecuali manfaatin orang.

    Sekarang ini ongkos transport mahal sekali, mo naeik ojek jarak deket bayar rp 4000, gak sampe 400 m. Di jaman SBY BBM ame listrik bola balik naik terus kalah ame presiden lain.

    Gue cari kerja susah banget. ada juga ditolak kalau ngelamar, perlunya pengalamn semua. Pemerintah sih kayaknya tutup mata sama yang beginian.

    Menurut BPS pengangguran jaman SBY itu berkurang dibanding sebelum beliau tapi pada kenytaannya banyak orang seperti gue cari kerja susahnya bukan main.

    gue pikir SBY itu tukang bohong, pantas digelari Si Bohong Yudoyono.

    sekarang dia lagi nyerang capres lain dg pernytaan jangan mengumbar janji kosong tapi dia sendiri juga memberi janji kosong sebelumnya dan entah kalau jadi presiden lagi.

    Ekonomi yang diurusi selalu pasar modal, pasar modal penting tapi ang lain jangan diabaikan. Seperti UKM presiden mengabaikan hal ini, ia membiarkan produk Cina masuk yg menghancurkan UKM itu sendiri.

    Selalu mengandalkan investor asing untuk jalanya roda ekonomi. kenapa gak biasa menjalankan roda ekonomi dg kemampuan sendiri. kalau mengandalkan investor asing malah bisa dijajah loh.

    Kasus pelanggaran HAM yg tdk selesai2.

    Lumpur sidoarjo? kaciaan deh mereka.

    Budiono gak bisa dipercaya krn agen IMF/Bank Dunia.

    SBY jual mahal waktu ada tawaran moratotorium /pembatalan pembyaran /penghapusan utang untuk RI oleh Inggris dan beberapa ngr lain ketika terjadi Tsunami di Aceh. Banyak dech alaan SBY ini.

    Waktu ada gagasan ttg energi alternatif oeleh beberapa ahli, SBY gak cepat nanggapinya. Pas udah krisis global baru ditanggapi. Bodoh banget ya

    Katanya doktor ekonomi pertanian kok pertanian di Indonesia gak maju2 selama beliau memerintah.
    Ilmumu sby dah nguap, atau IQ lo rendah SBY, gelar cuma untuk nampang doang !.

    Kerabat /saudara SBy ditaruh di tempat2 strategis BUMN selama dia jadi Presiden. Hebat ya beliau bikin nepotisme.

    Dulu waktu mau jadi presiden kekyanya gue liat d koran43 milyar rupiah kok sekarang jadi 7 milyar rupiah. kemana yg lain. Di sebar sebarin ke kerabat/saudarana sama anaknya atau dg kata lain tetepa jadi uangnya tapi atas nama orang lain.
    waktu jadi Presiden minta restu sama roh2 leluhur di gunung (kelud/kawi?).
    Kalau begini SBY= Si Bangsat Yudoyono atau Si Brengsek Yudoyono

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s