PON XVII Kaltim

Mulai tanggal 05 Juli 2008 sampai dengan 17 Juli 2008 diadakan perhelatan akbar PON XVII. Pesta olahraga terbesar dalam lingkup nasional ini mengambil tempat di Kalimantan Timur, kota tempat kelahiran saya. Kaltim sebagai salah satu propinsi terkaya di Indonesia setelah Papua dan Riau telah menghabiskan APBD sebesar Rp. 4 sampai Rp.5 trilyun untuk penyelenggaraan ini. Anda bisa bayangkan, angka Rp. 5 trilyun bukanlah nilai yang kecil untuk sebuah wilayah yang jumlah total penduduknya hanya 3 juta jiwa dan jumlah penduduk miskinnya per Maret 2008 menurut Biro Pusat Statistik Kaltim masih mencapai 286 ribu orang!

Di berbagai kesempatan, saya termasuk salah seorang yang tidak terlalu setuju dengan penyelenggaraan PON XVII di Kaltim. Dalam pandangan saya, menjadi tuan rumah PON hanyalah memenuhi ego segelintir elit politik saja. Menjadi tuan rumah PON bagi Kaltim saat ini belumlah prioritas. Masih banyak hal lain yang terkait dengan kesejahteraan masyarakat Kaltim yang belum digarap dan pasti memerlukan anggaran yang tidak kecil. Sebagai contoh, sampai saat ini listrik byar-pet di Kaltim sudah memasuki tahun ke-4. Anda bisa bayangkan, selama 4 tahun ini masyarakat Kaltim setiap 2-3 hari sekali listrik di rumahnya mati antara 4 sampai 12 jam dan hanya menerima kompensasi kata maaf dari PLN. Masyarakat juga masih banyak yang belum terlayani sambungan air bersih. PDAM yang seharusnya merupakan Perusahaan Daerah Air Minum lebih tepat menjadi Perusahaan Daerah Air Mandi. Jalan-jalan di kota masih banyak yang berlubang dan belum mulus, apalagi di luar kota dan daerah pedalaman banyak yang rusak parah. Sarana dan prasarana transportasi serta pendidikan juga demikian, masih sangat terbatas dan mahal.

Yang lebih membuat miris, sudah anggaran yang dikeluarkan begitu besar masih ditambah lagi dengan pengelolaan PON yang sangat tidak profesional. Kita bisa simak di berbagai media cetak baik lokal maupun nasional bagaimana begitu carut-marutnya persiapan PON XVII Kaltim sehingga sampai mencuat ke permukaan usulan untuk diundur ke bulan September atau Oktober 2008. Bahkan sampai detik terakhir sebelum pembukaan pun masih ada sarana dan prasarana pertandingan yang belum siap, begitu juga dengan sarana dan prasarana pendukung lainnya seperti akomodasi. Kalau sudah begini, mau tidak mau harus tebal muka dan tebal kuping jika nanti menerima complain, hujatan dan cibiran dari berbagai daerah.

4 thoughts on “PON XVII Kaltim

  1. kira-kira pon xvii ini diexpose ke luar negeri juga ya? mudah-mudahan ngaklah, malu aku sebagai warga indonesia melihat keberlangsungan pon xvii ini. kok ngak pernah mau belajar dengan prestasi luar negeri ya? misalnya, kesuksesan penyelenggaran euro 2008. di samping sarana dan prasarana yang sudah siap, sebelum hajat sepakbola eropa itu berlangsung, panitia sudah untung. nasib…nasib…

  2. Aku yakin, carut marut tsb sangat erat kaitannya dengan Dua hal, yaitu tingkat kecerdasan & moral. Dua hal yang patut menjadi perhatian untuk membangun SDM masa depan, agar kita terus melangkah maju.

    Rgds,

    AMQ

  3. Menurut info yang beredar, banyak panitia dari PON kaltim ini yang tidak melaksanakan tugasnya karena sibuk memperjuangkan kandidatnya masing2 di PILKADA gubernur Kaltim. Ironis, mereka rela kredibilitas daerah menjadi bulan2an hujatan rakyat indonesia, yang terpenting buat mereka adlah memperjuangkan jabatan yang sudah dijanjikan oleh masing2 calon gubernur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s