Tarawih Super Cepat

“Suatu hari Rasulullah saw. mengimami sholat kami. Usai sholat beliau bersabda: Hai fulan, mengapa engkau tidak membaguskan sholatmu? Tidakkah orang yang sholat merenungkan bagaimana sholatnya? Sesungguhnya ia sholat untuk dirinya sendiri. Demi Allah, sungguh aku dapat melihat belakangku, sebagaimana aku melihat depanku”. (HR. Muslim)

Malam ini adalah malam kesekian saya melaksanakan sholat tarawih di mesjid di perumahan tempat saya tinggal. Tahun ini merupakan kali pertama tarawih + witir dilaksanakan 23 raka’at setelah tahun-tahun sebelumnya hanya 11 raka’at. Saya juga kurang tahu persis kenapa ada perubahan jumlah raka’at ini. Yang sempat saya tahu sih karena ustadz yang sekarang mengisi pengajian rutin di mesjid lebih menganjurkan 23 rakaat.

Untuk imam sholat isya dan tarawih biasanya pengurus mesjid sudah membuatkan jadwal sehingga imam yang memimpin sholat bergantian tiap malamnya. Selama seminggu ini saya amati kecepatan imam dalam memimpin sholat terutama ketika membaca fatihah sangat bervariasi. Ada yang normal tapi kebanyakan super cepat, dua atau tiga tarikan nafas sudah selesai. Saya hitung-hitung untuk 23 raka’at hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Tampaknya yang dijadikan target benar-benar hanya jumlah rakaat yang 23 sehingga agak melupakan kualitas sholat. Padahal fatihah merupakan salah satu dari rukun sholat. Begitu fatihah-nya rusak maka rusaklah keseluruhan sholatnya.  Rasulullah saw bersabda:

“Orang yang tidak membaca surat Al-Fatihah, tidak sah sholatnya”. (HR. Muslim)

“Tidak ada sholat kecuali dengan bacaan surat Al-Fatihah”. (HR. Muslim)

“Orang yang sholat tanpa membaca Al-Fatihah, sholatnya buntung, sholatnya buntung, sholatnya buntung, tidak sempurna”. (HR. Muslim dan Abu ‘Awanah)

Makna dari hadits ini saya pahami tidak hanya sekedar membaca fatihah tapi membaca fatihah secara baik dan benar. Rasulullah saw sendiri sudah memberi contoh kepada sahabatnya tentang cara membaca fatihah yang benar yaitu secara khusyu’, perlahan-lahan, ayat demi ayat dan menghentikan bacaannya pada tiap-tiap ayat. Bacaan fatihah tidak beliau cepatkan dengan benar-benar memperhatikan kebaikan bacaan, berhenti di tiap-tiap pangkal ayat, tidak disambung-sambung karena dapat merusak makna yang dikehendaki dari munajad. Setiap kata yang ada di dalam fatihah adalah do’a dan setiap do’a dari fatihah yang kita baca akan dijawab Allah.

Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Sahmi yang disahkan oleh Hakim dan disetujui oleh Dzahabi (Al-Irwa Hadits No. 343) dan diriwayatkan pula oleh ‘Amr Ad-Dani dalam kitab Al-Muktafa 5/2, Rasulullah saw berhenti di “Rabbil ‘aalamiin”. Sesudah berhenti, barulah beliau membacan “Ar Rahmaanir Rahiim” dengan memanjangkannya serta beliau memperlambatkan bacaannya. Sesudah berhenti barulah beliau membaca “Maaliki yaumiddiin” dengan tidak memanjangkan/menyambung mim “maaliki”. Sesudah berhenti barulah beliau membaca “Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. Sesudah berhenti barulah beliau membaca “Ihdinaas shiraathal mustaqiim”. Sesudah berhenti barulah beliau membaca “Shiraathalladziina an’am ta ‘alayhim” dan sesuah itu barulah beliau membaca “Ghayril maghduubi ‘alaihim, wa laddhaaaalliiin”.

Bismillaah, arrahmaan, arrahiim (Bismillaahirrahmaanirrahiim)
(Dengan nama Allaah, Maha Pengasih, Maha Penyayang)

Alhamdulillaah, Rabbil ‘aalamiin
(Segala puji hanya milik Allaah, Rabb semesta ‘alam)

Arrahmaan, Arrahiim
(Maha Pengasih, Maha Penyayang)

Maaliki, yaumiddiin
(Penguasa, Hari Pembalasan/Hari Tempat Kembali)

Iyyaaka, na’budu, wa iyyaaka, nasta’iin
(KepadaMulah, kami menyembah, dan kepadaMulah, kami mohon pertolongan)

Ihdina, asshiraathal, mustaqiim
(Tunjuki kami, jalan, golongan orang-orang yang lurus)

Shiraath, alladziina, an’am, ta ‘alayhim
(Jalan, yang, telah Engkau beri ni’mat, kepada mereka)

Ghayril maghduubi ‘alaihim, wa laddhaaaalliiin.
(Bukan/Selain, (jalan) orang-orang yang telah Engkau murkai, dan bukan (jalan) orang-orang yang sesat)

—–

Artikel terkait :
1. Jumlah Raka’at Sholat Tarawih
2. Hukum Tarawih Berjama’ah


7 thoughts on “Tarawih Super Cepat

  1. Tadi malam kebetulan saya melihat di televisi siaran langsung sholat tarawih dari masjidil haram. Walaupun sholatnya 23 rakaat & surah yg dibaca panjang (1 tarawih = 1 juzz) tapi bacaan al-Fatihah nya sangat tertib persis spt tulisan di atas. Tdk ada kesan terburu2. Imam sangat menghayati setiap bacaannya. Shg utk 23 rakaat menghabiskan waktu sekitar 2 sd 2,5 jam.

  2. Saya pikir apa yg ditulis pada artikel diatas memang kondisi nyata yg masih banyak kita temui di tanah air.

    Terima kasih atas tulisannya yg mengingatkan kita utk lbh baik lagi dlm beribadah.

  3. 1. Jumlah Raka’at Sholat Tarawih

    Jumlah rokaat sholt Tarwih tidak ada pembatasan dari Nabi SAW- Ummul Mu’minin Aisyah Ra saat ditnya tata cara solat Rasullah dan berkata Rasulullah SAW Tarawih 11 rokaat, Rasulullah tidak pernah menambah soltnya dalam bulan Ramadhan, beliau solat 4 rokat (2x salm), Maka jangan bertanya bagimana bagus dan panjangnya solat beliau, kemudian beliau solat 4 rokaat, maka jangan tanya bgimana bagus dan panjngnya solat bliau. Kmudian belau solat 3 rokaat (Muttafaqun Alaih)

    Akan tetapi Nabi SAW tidak mewajibkan bilngn Rokaat ini, boleh menambah lebih dari itu, meski menjaga bilngn sunnah 11 rokaat yang dilakukan dengan (memperpanjang) sholat dan tidak menyusahkan manusia lebih utma dan sempurna.

    Syekh Islam Ibn Tamimi mengatakan: boleh baginya solat 20 rokaat sebagimana hal ini dari pendapat Ahmad dan Syafi’i, boleh juga 36 rokaat sebgimana pendapat Malik, boleh pula 11 rokaat, 13 rokaat dst. Dan yg benar adlh bilangan kesemua itu baik.

    2. Hukum Tarawih Berjama’ah

    Hukmnya adalah sunnah muakkad.

    bagi kaum wanita untuk berjmah Tarawih berdasarkan hadits Bukhari- jaganlah kalian melarang hamba2 Allah dari kaum wanita (menuju) ke mesjid2 Allah (HR.Bukhari )
    Catatan, dengan sarat tidak ada fitnah,datang dengan menutup aurat, berhijab semprna tanpa mengenakan minyak wangi dan perhiasan.
    Rasulullah brsabda: Wanita mana saja yang terkena bakhur (minyk wangi bakar), maka jangnlah solat Isya bersama kami- HR.Muslim

    Kurang lebihnya saya minta maaf jika ada kesalahan dalam ini.
    dan ralatnya

    Trimakasih

    Wassalam

  4. Bismillah,

    Seorang ustadz tahun lalu pernah menyindir bahwa singkatan RPM saat ini(di masjid saat dia ceramah taraweh) bukan berarti Rotation Per Minute(putaran roda per menit), tapi Rakaat Per Menit.

    Allahu musta’an (hanya Allah yang dimintai tolong).

    Semoga Allah memberi hidayah kepada lebih banyak kaum muslimin terutama para ustadz-ustadz dan pemimpin muslimin kepada pemahaman agama yang benar dan mengamalkannya dengan benar. Menjauhi bid’ah dalam agama sejauh-jauhnya.

    Bahwa Tarawih adalah sholat yang santai, tidak pernah lebih dikerjakan dari 11 rakaat oleh Rosulullah sholallahu ‘alaihi wasalam dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi, bukan orang arab atau bahkan para shahabat radhiyallahu anhum ajmain sekalipun (jika yang mereka kerjakan berbeda maka yang utama/ afdhal diikuti adalah yang dikerjakan nabi. Wallahu a’lam.), tidak ada do’a khusus di sela-sela pisahan rakaat yang dibaca bareng ala zikir bid’ah, tidak “harus” pake ceramah, doorprize (suatu kali ada masjid yang memberikan doorprize kepada jamaah selesai mendengarkan ceramah)…

    —–

    @ ibnu : Mengenai perbedaan pendapat jumlah rakaat sholat tarawih silakan baca tulisan saya di blog ini yg khusus membahas hal tsb. Namun demikian saya sendiri termasuk yg meyakini bhw sholat tarawih berjumlah 8 rakaat (dikerjakan 4 rakaat, 4 rakaat) + 3 rakaat witir. Saya juga termasuk yg meyakini tidak ada do’a qunut pada sholat witir mulai hari ke 15 ramadhan dst.

    Mengenai adanya pemberian door prize, ini hal yg baru pertama saya dengar.🙂

  5. sebenarx aq pengen komentar tapi sih takut2 juga klo salah jadi aq cuma berani tanya aja ya…
    1. Klo membaca Al Fat x disambung tapi nyambungx bener sesuai tata cara membacax dan tidak merubah makna kira2 boleh gak ya dan bener or salah ya…
    2. kayax masyarakat kita termasuk saya sendiri belum banyak memahami shalat itu sendiri mungkin aja kadang kala iman pengen cepet karena mengira makmum juga pengen cepet2 selesai padahal sebagian makmum pengen menghayati bacaan shalat tapi sebagian yang lain pengen cepet2 contohx di tempat kami shalat tarawih yang cepat selesai lebih banyak dikunjungi walaupun tempatx lebih jauh. Alasan mereka ingin cepat selesai karena mungkin banyak keperluan yang lain. Terus gimana ya sebaikx dan yang benar?
    3. Terus tentang jumlah rakaatx yang 11/23 apa dasarx ya? Klo kita ikut yang 11 rakaat gimana hukumx dan yang ikut 23 gimana juga hukumx? Apa klo kita ikut yg 11 rakaat jadi yang 23 salah gitu? atau sebalikx? Klo menurut aq sich yang gak shalat kurang bener,bukan salah krn shalat tarawih katax cuma shalat sunat tapi karena di bulan Ramadhan infox sih pahalax dilipat gandakan. Saya seneng banget klo mas or mba mau merespon unek2 aq yang masih awam banget tentang pemahaman islam….

    —–

    @yuyus :
    1. Rasulullah SAW memerintahkan kita melakukan sholat sebagaimana beliau sholat. Begitulah tuntunan yg diajarkan beliau. Karenanya ada sebagian ulama ada mengatakan bahwa sholat menjadi batal jika fatihah dibaca bersambungan. Saya pribadi lebih mengikut kepada pemahaman yg ini.

    2. Tarawih sendiri artinya istirahat. Jadi kalau dikerjakan terburu-buru malah bertentangan dgn arti harafiahnya. Kalau dgn sholat tarawih berjama’an sholat kita jadi rusak karena fatihah yg dibaca imam tidak sesuai tuntunan Rasulullah SAW maka jauh lbh baik sholat tarawih sendirian. Apalagi sholat tarawih mmg lebih diutamakan dilakukan sendirian sebagaimana tuntunan Rasulullah SAW (silahkan baca tulisan saya di blog ini ttg Hukum Tarawih Berjama’ah). Sedangkan utk sholat wajib (bagi laki2) mmg diutamakan dilakukan di masjid secara berjama’ah. Jika imamnya membaca fatihah secara cepat bersambungan maka jika sholat tsb rusak, dosa akan ditanggung oleh imam (bukan makmum lagi).

    3. Mengenai sholat tarawih 11 atau 23 raka’at silahkan baca tulisan saya di blog ini ttg Jumlah Raka’at Sholat Tarawih.

  6. Hadist d ats menerangkan sholat wajib tau sholat sunnat ?
    Yg prnh ku ketemui ialah lau shalat wajib baiknya perlahan2. . .
    Lau shalat sunnat bolehlah bacaan cepat asalkan mengetahui ilmu tajwid,fasih bacaan, tepat letak makhraj huruf na, mmbca fatihah dgn 3x nafas. .
    D dlm ilmu tajwid mmbolehkn menymbung bacaAn asalkan tdk mnymbung bacAan ktk ad waqof lazim krn haram meneruskannya. . .

  7. Shalat taraweh 23 rakaat jika dilakukan secara normal dengan tetap menjaga thumaninah dengan membaca AlFatihah diikuti secara berurutan mulai surat AlLail sampai AlLhab (20 surat), lalu witir dg membaca surat AlA’la, Asy-Syams, dan 3 surat terakhir, HANYA MEMBUTUHKAN WAKTU 45 MENIT! Cuma separuh waktu kita nonton bola! Nongkrong di warung kopi thumaninahnya kuat sampe 1 jam, masak sholat gk pake thumaninah. Pak blogger, jangan umat dibikin muntah karena kebanyakan dijelali Ilmu Fiqih. Ilmu Fiqih hanya menyampaikan kita pada MENGERJAKAN Shalat. Kajilah dari sisi akhlaknya! Karena dari segi inilah kita bisa menenuhi perintah Allah untuk MENEGAKKAN SHALAT.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s