Kontroversi Nuzulul Qur’an

Kitab suci Al Qur’an secara teologis merupakan kitab dari agama samawi terakhir yang diturunkan Allah SWT sebagai penyempurna kitab agama samawi sebelumnya yaitu zabur, taurat dan injil yang telah lebih dulu diturunkan. Bulan Ramadhan seperti sekarang ini sering diidentikkan dengan “bulan Alquran” karena pada bulan inilah Alquran diturunkan. Peristiwa turunnya Al Qur’an pertama kali ini dikenal dengan istilah Nuzulul Qur’an yang diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan. Pertanyaannya, benarkah Al Qur’an pertama kali diturunkan pada tanggal 17 Ramadhan?

Menurut Al-Imam ‘Imaduddin Abi al-Fida’ bin Katsir Al-Quraysyi (774 H) dalam kitab Tafsir ibnu Katsir hal 529 juz 4 dan hal 216 juz 1, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas bahwa Al-Qur’an mengalami tiga kali proses penurunan :

1. Penurunan pertama terjadi secara jumlatan wahidatan (menyeluruh) diturunkan Allah SWT ke Lauhil Mahfudz yaitu suatu tempat di atas langit ke tujuh yang memiliki keluasan ma baina al-masyriqi wa al-maghrib (antara timur dan barat) dengan kepanjangan ma baina as-sama’ wa al-ardh (antara langit dan bumi). Inilah yang menjadi ruh sebuah ayat yang mengatakan Bal hua Qur’anun majid. Fi lahil al-mahfudh. “Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al-Qur’an yang mulia. Yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfudh”. (QS. Al Buruj 85:21-22).

2. Penurunan kedua, juga secara jumlatan wahidah dari Lauhil Mahfudh diturunkan ke sebuah tempat di Sama’i ad-dunya (langit dunia) yang bernama Baitul ‘Izza.

3. Sedangkan penurunan ketiga, yaitu dari Baitul ‘Izza melalui malaikat Jibril as kepada Nabi Muhammad saw. Berbeda dengan penurunannya yang pertama dan kedua, penurunann yang terakhir ini tidak secara jumlatan wahidah melainkan secara tadarruj (berangsur-angsur) atau manajjaman bittanjih (sedikit demi sedikit) selama kurang lebih 23 tahun. Proses penurunannya juga disesuaikan dengan kebutuhan seperti jika ada persoalan dan nabi tidak bisa menjawab, baru kemudian turun ayat. Jadi ada asbab (kebutuhan) terlebih dahulu baru kemudian turun ayat.

Proses penurunan ketiga inilah yang kemudian dikenal sebagai “Nuzulul Qur’an” yakni saat wahyu Al Qur’an pertama kali (lima ayat surah Al ‘Alaq) diturunkan kepada Nabi Muhammad saw di gua Hira.

Lalu benarkah Nuzulul Qur’an terjadi pada tanggal 17 Ramadhan sebagaimana selama ini selalu diperingati secara rutin di tempat kita?

Dalam QS. Al Anfaal 8:41 Allah SWT berfirman: “…..jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari ‘Furqaan’ yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Pengertian furqaan disini adalah pemisah antara yang hak dan yang batil. Sedangkan yang dimaksud dengan hari Al Furqaan adalah hari jelasnya kemenangan orang Islam dan kekalahan orang kafir, yaitu hari bertemunya dua pasukan di peperangan Badar, pada hari Jum’at 17 Ramadhan tahun ke 2 Hijriah. Sebagian mufassirin berpendapat bahwa ayat ini mengisyaratkan kepada hari permulaan turunnya Al Quranul Kariem pada malam 17 Ramadhan. Tapi, dalam banyak tafsir dijelaskan bahwa yang dimaksud “ma anzalna” dalam ayat itu bukan penurunan pertama al-Qur’an, namun penurunan ayat-ayat yang terkait dengan ghanimah badar (rampasan perang badar).

Selain itu ayat di atas masih ada beberapa ayat lagi dalam Al Qur’an dan hadits yang menjelaskan tentang Nuzulul Qur’an ini diantaranya :

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)…..” (QS. Al Baqarah 2:185)

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan.” (QS. Al Qadr 97:1)

“Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi…..” (QS. Ad Dukhaan 44:3)

Aisyah ra berkata, “Rasulullah ber’itikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, dan beliau bersabda, ‘Carilah malam qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)

Ibnu Abbas ra mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, “Carilah Lailatul Qadar pada malam sepuluh yang terakhir dari (bulan) Ramadhan. Lailatul Qadar itu pada sembilan hari yang masih tersisa, tujuh yang masih tersisa, dan lima yang masih tersisa.” (HR. Bukhari)

Sembilan hari yang masih tersisa, maksudnya tanggal dua puluh satu, tujuh hari yang masih tersisa maksudnya tanggal dua puluh tiga, dan lima hari yang masih tersisa maksudnya tanggal dua puluh lima.

Dengan ketiga ayat dan dua hadits diatas kita hanya mendapatkan informasi secara umum saja bahwa waktu turunnya Al Qur’an yaitu terjadi pada bulan Ramadhan, bertepatan dengan lailatul qadar yaitu malam yang penuh dengan kemuliaan dan kebesaran. Saya pribadi termasuk yang meyakini bahwa Nuzulul Qur’an tidak terjadi pada tanggal 17 Ramadhan karena pada tanggal tersebut belum termasuk hari-hari lailatul qadar padahal dalam Qur’an dan Hadits secara tegas menyatakan bahwa Al Qur’an diturunkan pada malam lailatul qadar.

Memang masih terjadi perdebatan luas di kalangan ulama mengenai tanggal tepatnya. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitabnya “Fath al-Bari” menuliskan bahwa terdapat lebih dari 40 pendapat ulama seputar kapan Nuzulul Qur’an tersebut berlangsung. Ada yang mengatakan tanggal 17 Ramadhan. Tapi ada pula yang berpendapat tanggal 21, 23, 24 dan seterusnya. Perbedaan seperti ini terjadi karena memang tidak ada satu ayatpun dalam Al Qur’an maupun satu hadits-pun yang menjelaskan tentang kapan tepatnya tanggal diturunkannya Al Qur’an. Semua pendapat yang dikemukakan oleh ulama adalah murni hasil ijtihad yang rata-rata merujuk pada pernyataan para sahabat yang juga hanya ijtihad.

—–

Referensi : Dari berbagai sumber

Artikel terkait :
1. Download Al-Qur’an dan Hadits Digital
2. Misteri Lailatul Qadar


6 thoughts on “Kontroversi Nuzulul Qur’an

  1. Sikap kritis seperti ini mmg diperlukan agar kita tdk hanya sekedar menerima apa adanya. Thanks atas tulisannya.

  2. ada ga kontroversi tentang Al Quran digital dan sebagainya???
    cari’a dmna ea???
    tlong kasih saran…
    tq

  3. saya kurang sependapat kalo anda mengatakan tanggal 17 ramadhan bukan malam-malam lailatul qadar, karenatidak ada yang tahu kapan malam itu tiba, dan masih banyakperbedaan pendapat, mungkin anda masih perlu belajar lagi,

  4. Semoga Allah swt selalu ridho untuk melimpahkan sedikit ilmu dari IlmuNya Yang Maha Luas kepada hambanya, agar tidak hanyut dari hal yang diada-adakan.

    Terima kasih atas pencerahannya, alhamdulillah, artikel ini sedikit membuka mata saya tentang kapan turunnya Al-Qur’anul Kariim…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s