Benarkah Penderita Maag Tidak Bisa Puasa?

Apa yang saya ceritakan berikut ini merupakan pengalaman pribadi saya berkaitan dengan penyakit maag yang saya derita yang mencapai puncaknya selama tahun 2007 yang lalu. Penyakit maag saya boleh dikatakan cukup akut. Hal ini kemungkinan besar merupakan efek panjang dari kurang disiplinnya saya selama ini dalam hal pola makan. Kalau sakit datang menyerang, apapun yang dilakukan menjadi serba tidak nyaman. Dalam posisi berdiri, duduk, tidur, semuanya menyakitkan dan menusuk-nusuk lambung.

Sakit maag atau sering juga disebut dengan radang lambung dapat menyerang setiap orang tanpa mengenal usia. Ada sejumlah gejala yang biasa dirasakan penderita sakit maag seperti mual, perut terasa nyeri, perih (kembung dan sesak) pada bagian atas perut (ulu hati). Biasanya, nafsu makan menurun secara drastis, wajah pucat, suhu badan naik, keluar keringat dingin, dan sering bersendawa terutama dalam keadaan lapar.

Secara medis dinyatakan bahwa salah satu penyebabnya adalah pola makan yang tidak teratur. Hal ini terjadi karena lambung memproduksi asam lambung untuk mencerna makanan dalam jadwal yang teratur. Bahkan, saat tidur pun lambung tetap saja memproduksi asam walaupun tak ada makanan yang harus dihancurkan. Asam lambung sangat diperlukan untuk membantu pencernaan. Tanpa asam lambung, makanan yang masuk dalam tubuh tidak dapat tercerna dengan baik, sehingga zat-zat gizi tidak dapat diserap secara optimal oleh tubuh. Asam lambung dalam jumlah seimbang memang diperlukan tubuh. Tapi jika berlebihan akan menimbulkan penyakit. Produksi asam lambung biasanya meningkat pada saat tubuh memerlukannya, yaitu ketika makan. Sebaliknya, pada saat tubuh tidak memerlukan, produksi asam lambung akan menurun kembali. Karena itu, jadwal makan yang tidak teratur kerap membuat lambung sulit beradaptasi. Bila hal ini berlangsung terus-menerus, akan terjadi kelebihan asam dan akan mengiritasi dinding lambung sehingga rasa perih dan mual pun muncul.

Selain pola makan tak teratur, penyakit maag juga bisa disebabkan oleh stres. Hal ini dimungkinkan karena sistem persyarafan di otak berhubungan dengan lambung, sehingga bila seseorang mengalami stres maka bisa muncul kelainan pada lambung. Stres bisa menyebabkan terjadinya perubahan hormonal di dalam tubuh yang selanjutnya akan merangsang sel-sel di dalam lambung yang kemudian memproduksi asam secara berlebihan. Asam yang berlebihan ini membuat lambung terasa nyeri, perih, dan kembung. Lama-kelamaan, hal ini dapat menimbulkan luka pada dinding lambung.

Ketika akan memasuki Ramadhan 1428 H/2007 Masehi tahun lalu ada satu pertanyaan besar yang berkecamuk di kepala saya yaitu mampukah saya melaluinya berhubung selama kurun waktu tersebut hanya telat makan sebentar saja maag saya langsung kambuh dan saya bisa terguling-guling di tempat tidur menahan sakit. Apalagi selama ini saya sering mendengar bahwa penderita maag tidak mampu berpuasa sehari penuh. Tapi tekad saya sudah bulat yaitu akan tetap menjalani puasa walaupun sakit maag sudah dalam tahap akut.

Walaupun sewaktu sahur saya sudah berusaha meminimalisirnya dengan mengkonsumsi obat maag tapi tetap saja sakit tersebut muncul apalagi pada 3 hari pertama puasa. Sambil memohon kesembuhan kepada Allah saya tetap menjalani puasa dan menganggap sakit tersebut hanya semacam “godaan syetan” yang ingin melemahkan iman saya untuk tidak menjalani puasa wajib Ramadhan. Setelah 1 minggu puasa ternyata maag saya berangsur tidak terasa. Dan Alhamdulillah saya berhasil melalui Ramadhan sebulan penuh tanpa satu haripun yang batal puasa karena sakit maag ini. Yang membuat saya lebih takjub adalah sampai dengan hari ini penyakit maag saya tersebut seolah hilang entah kemana.

Jadi kalau sekarang saya bertemu dengan penderita maag, maka hanya ada satu saran dari saya untuk penyembuhannya yaitu sering-seringlah berpuasa dan jangan sampai melewakan puasa Ramadhan sebulan penuh😉. Bisa jadi pengalaman saya ini tidak berlaku bagi penderita yang lain. Tapi ini sungguh kebesaran Allah.

“…..dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku.” (QS. Asy Syu’araa’ [26] : 80)

“Allah menurunkan penyakit dan menurunkan pula obatnya, diketahui oleh yang mengetahui dan tidak akan diketahui oleh orang yang tidak mengerti.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Allah ‘Azza wajalla berfirman (hadits Qudsi): “Hai anak Adam, Aku menyuruhmu tetapi kamu berpaling, dan Aku melarangmu tetapi kamu tidak mengindahkan, dan Aku menutup-nutupi (kesalahan-kesalahan)mu tetapi kamu tambah berani, dan Aku membiarkanmu dan kamu tidak mempedulikan Aku. Wahai orang yang esok hari bila diseru oleh manusia akan menyambutnya, dan bila diseru oleh Yang Maha Besar (Allah) dia berpaling dan mengesampingkan, ketahuilah, apabila kamu minta Aku memberimu, jika kamu berdoa kepada-Ku Aku kabulkan, dan apabila kamu sakit Aku sembuhkan, dan jika kamu berserah diri Aku memberimu rezeki, dan jika kamu mendatangiKu Aku menerimamu, dan bila kamu bertaubat Aku ampuni (dosa-dosa)mu, dan Aku Maha Penerima Taubat dan Maha Pengasih.” (HR. Tirmidzi dan Al Hakim)


One thought on “Benarkah Penderita Maag Tidak Bisa Puasa?

  1. Assalamualaikum Kaka,

    Aku mau share pengalaman saat puasa hari2 pertama, dan aku jug punya sakit maag..
    Baru sebulan kmren aku mnum obat maag smpe akhirnya maag mndingan nyesek ilangan..
    Nah saat aku puasa di hari pertama dan kedua rasa nyesek itu ada trus ka,, Kadang aq smpe tahan2in krna kambuhnya jam 5 sore dikit lg mau buka kn sayang jg utk batalin..
    Minta saran ka, apa aq harus ttep bsa bertahan smpe 3 hari kedepan dgn nyesek yg kdang suka kambuh wlopun udh mnum obat maag jg saat sahur?? Selain aku minta kesembuhan kekuatan dr Allah juga.. trimakasih kaka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s