Benarkah PKS Depok Merayakan Valentine?

pks_logo1Berita tentang DPD PKS Depok yang akan memanfaatkan momentum Valentine’s Day untuk menjaring pemilih pemula sempat membuat saya mengerenyitkan dahi. Ada apa lagi nih. Soalnya sejak iklan PKS yang menampilkan Soeharto tempo hari, jujur saja nilai PKS dimata saya mulai agak berkurang. Masa sih hanya karena ingin mendapatkan dukungan dari kalangan muda maka PKS yang dikenal sebagai partai dakwah ikut merayakan Valentine’s Day?

Seperti diberitakan oleh okezone.com bahwa momen hari kasih sayang atau Hari Valentine pada 14 Februari mendatang menjadi incaran PKS untuk mencuri perhatian anak muda, khususnya di wilayah Depok, Jawa Barat. “Karena itu pada momen Valentine, PKS akan memanfaatkan untuk membagikan hadiah yang identik dengan Valentine seperti cokelat yang diselipkan stiker caleg, bunga yang ada lambang nomor 8. Setiap kader khusus mendatangi para remaja,” ujar Ketua DPD PKS Depok Mujtahid Rahman Yadi, Minggu (8/2/2009).

Berita ini langsung saja menyebar cepat di berbagai milis terutama milis-milis Islam. Banyak yang mempertanyakan kebijakan DPD PKS Depok tersebut. Bahkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidhan mengatakan bahwa langkah PKS untuk memberikan hadiah pada saat hari kasih sayang dengan embel-embel kampanye dan bagian dari pelaksanaan ibadah tidaklah tepat. Menurut Amidhan, hukum merayakan Valentine dibedakan antara ibadah spiritual dan modus pergaulan. “Kalau pergaulan itu tidak ada masalah jika tidak menimbulkan dampak negatif,” kata Amidhan.

Presiden PKS Tifatul Sembiring akhirnya turun tangan dan kepada detikcom (Senin, 9 Februari 2009) mengatakan bahwa rencana tersebut sudah dibatalkan karena berbau Yahudi sehingga dilarang oleh Dewan Syariah. Tifatul mengungkapkan, PKS tidak akan merayakan acara yang tidak sesuai dengan budaya Islam. “Nggak ada kebijakan itu,” pungkasnya.

Kebetulan sekali pada majlis ta’lim ba’da zuhur di musholla tempat saya bekerja (Selasa, 10 Februari 2009) diisi oleh 2 orang petinggi PKS yaitu Ust. Aus Hidayat Nur (Ketua Penegakan Disiplin Organisasi DPP PKS) dan Ust. Hadi Mulyadi (Ketua DPD PKS Kaltim). Karena saya bukan anggota dan kader PKS, maka pada kesempatan yang baik tersebut saya pergunakan untuk meminta tanggapan mereka atas “kasus” Valentine’s Day PKS Depok.

Ust. Aus Hidayat Nur menyampaikan bahwa pada tahun sebelumnya DPD PKS Depok sebenarnya juga telah memanfaatkan Valentine’s Day bagi anak muda Depok, tapi bukan untuk ikut-ikutan merayakannya melainkan untuk memberikan pemahaman dan meluruskan bahwa perayaan tersebut tidak sesuai dengan syari’at Islam.

pks_logo2Diakhir sesi, Ust. Aus Hidayat Nur kemudian menelpon dan menanyakan langsung kepada Ketua DPD PKS Depok Bpk. Mujtahid Rahman Yadi apa yang sebenarnya terjadi. Agar semua jama’ah mendengar penjelasan dari Bpk. Mujtahid maka “speaker phone” diaktifkan. Bpk. Mujtahid mengatakan bahwa mereka (DPD PKS Depok) memang rutin melakukan penggalangan dan sosialisasi bagi pemilih pemula dalam kaitannya dengan partisipasi di pemilu mendatang. Sosialisasi ini sudah lama dilakukan dan makin intensif pada beberapa bulan belakangan (bahkan hampir setiap hari terutama hari Sabtu dan Minggu). Jadi menurut Bpk. Mujtahid tidak benar bahwa mereka (DPD PKS Depok) secara khusus menggunakan moment Valentine’s Day Sabtu nanti hanya untuk menjaring pemilih pemula. Kebetulan saja pada hari Sabtu nanti ( 14 Februari 2009 ) bertepatan dengan Valentine’s Day. Tanpa Valentine’s Day pun mereka tetap akan melaksanakan acara sosialisasi tersebut.

Saat berita ini pertama kali muncul di okezone.com, Bpk. Mujtahid sebenarnya sudah minta agar paling lambat jam 12.00 wib pihak okezone.com melakukan revisi berita karena tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Tapi berita revisi yg diharapkan tidak memuaskan karena pada bagian bawahnya tetap saja mencantumkan seperti berita awalnya. Malamnya wartawan okezone.com yang memuat berita tersebut menelpon Bpk. Mujtahid untuk meminta maaf atas kesalahan pemuatan tersebut.

Semoga tambahan informasi ini bisa memperjelas persoalan yang sebenarnya. Walaubagaimanapun PKS adalah partai besar. Setiap gerak-geriknya terlebih mendekati pemilu pasti akan menjadi pusat perhatian terlebih oleh lawan-lawan politiknya.

14 thoughts on “Benarkah PKS Depok Merayakan Valentine?

  1. Ada baiknya DPD PKS Depok membuat press release utk mengklarifikasi berita seputar valentine’s day yg sdh jadi konsumsi politik ini.

  2. Cari sensasi aja tuh okezone.com , fitnah koq dimuat (tdk berimbang sama sekali), mgk aja okezone.com merupakan alat propaganda untuk ngancurin PKS dari partai yg lain (waduh koq saya jd malah su’udzon y, Astaghfirullah)

    download apa aja, kunjungi:

    http://www.plazadownload.tk

    selamat mencoba, dan kunjungi ya….

  3. PKS memperjuangkan syari’at islam?

    jawabannya dijawab oleh mantan presiden pks Hidayat Nur Wahid pada pertemuannya dengan pengusaha tionghoa. Ketika ditanya “apakah PKS akan mendirikan negara Islam?”
    HNW menjawab mantap, “TIDAK, PKS adalah organisasi politik yang bersifat nasional, kami mengikuti hukum di Indonesia yaitu UU parpol dan UUD ‘45.
    (Republika, 4/5/2009).

    So,…
    PKS partai ISLAM (aturan hidup diatur oleh sang Kholiq Alloh SWT)
    atau
    SEKULER (aturan sang Kholiq dipisahkan dari kehirupan) ?????

    Jawabannya ada di atas…

  4. loh sudah ndak aneh PKS melakukan hal2 seperti ini… wong partai dakwah tapi ndak mau mencita-citakan berdirinya daulah islamiyah apalagi khilafah minhaji nubbuwah. sebaikanya teman2 di PKS kembali ke khittah bahwa PKS didirikan dengan tujuan sebagai sarana untuk menegakkan daulah islam yang adil dan sejahtera seperti nama yang disandang saat ini. jadi PKS, apakah anda mau jadi partai yang sekedar mencari kekuasaan dengan kedok islam atau memeperjuangkan islam melalui kekuasaan???? pilihan ada ditangan anda…

  5. aslm, saudara hti jangan terburu-buru dulu… sabar…
    perjalanan masih panjang… mau mendirikan khilafah? udah ada belum orang-orang yang siap di Indonesia dengan hal itu, disini bukan kita masalahkan baik atau tidak khilafah islamiyah, tapi pertanyaannya sudahkah masyarakat kita faham dengan Islam secara kaffah? kalau ada buah maka khilafah Islamiyah di ibaratkan hanyalah kulitnya, sedangkan isinya tarbiyah islamiyah, sudah seberapa hebatkah individu2 muslim di Indonesia faham dengan Islam, harus ada strategi dalam memprjuangkan Islam, sbgaimana mus’ab bin umair di madinah… minimal kader2 yang faham Islam di Indonesia 1 banding 10 dari penduduk Indonesia, penduduk indonesia skarang brjumlah 230.000.000 orang, nah minimal 23.000.000 orang faham dengan hakikat Islam, kalau g’ salah keder Tarbiyah (PKS) baru sekitar 1 jutaan, di tambah dari harokah lain salafi, jt, ht, dll mungkin 1,5 juta…. semua punya metode dan caranya, jadi jangan saling sikut, di PKS kan ada dewan Syuro dan Syariatnya… jadi jangan takut akan di biarkan adanya kesalahan, setiap manusia pasti melakukan kesalahan, namun bagaimana kita terus memperbaiki diri… untuk kemenangan Islam. terkadang ada cara-cara menjebak orang kekebenaran, saya masih ingat ada seorang ketua kamda, mengatakan dia di jebak oleh kakak2 kelasnya sehingga dia di tarbiyah dan jadilah kader yang tangguh, katanya dulu dia sering ngompas orang… tapi subhanallah karena jebakan itu dia berubah 180 derjat… tentunya dengan memperhatikan hukum2 Islam dalam hal itu… dan yang harus kita lakukan saling bahu-membahu… memenangkan Dakwah ini… jangan saling mencurigai dan hilangkan lah rasa dengki di dalam hati.

  6. dimana PKS berada ketika kenaikan TDL, pencabutan subsidi minyaka tanah dan bensin dlll. Tingkahmu sungguh telah menipu ummat dengan topeng dakwah!

  7. moga rohnya dicucuri rahmat..
    pastinya satu masa nanti pemberontak yg disokong barat tuu pn menerima padah d akhirat kelak..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s