Menggugat Sidang Isbath

Sebagaimana biasa setiap tahun selalu diadakan sidang isbath untuk penentuan awal Ramadhan, awal Syawal dan 10 Dzulhijjah. Sejumlah tokoh dan ormas Islam hadir dalam sidang ini seperti perwakilan dari BMKG,  perwakilan dari Persis, HTI, PBNU dan lembaga Islam seperti MUI, Dewan Masjid Indonesia, Badan Hisab Rukyat, dan ICMI. Keputusan dari sidang ini akan dijadikan pegangan oleh umat Islam Indonesia dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan, hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha.

Pada sidang isbath kali ini (19 Juli 2012) cukup menarik karena untuk pertama kalinya tidak dihadiri oleh ormas besar Muhammadiyah. Muhammadiyah yang menggunakan metode hisab (perhitungan) dalam menentukan awal bulan merasa tidak perlu lagi menghadiri rapat isbath karena alasan keyakinan yang tidak boleh diintervensi oleh pemerintah. “Jadi untuk tahun-tahun yang akan datang Muhammadiyah juga tidak boleh diintervensi dan menyatakan tidak ikut sidang itu (isbath),” kata Din Syamsuddin, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, di Jakarta, Kamis (19/7/2012).

Hal menarik lainnya dari sidang isbath kali ini adalah diabaikannya penglihatan hilal dengan metode rukyat oleh saksi-saksi dari Front Pembela Islam (FPI) dan An-Najat Al-Islamiyah. Padahal mereka menjadi saksi dibawah sumpah Kementerian Agama. Pendapat mengenai melihat hilal ini diragukan dan dinilai lemah oleh Ketua Lanjah Falakiyah PBNU KH Ghozali Masruri dalam sidang isbath tersebut dengan alasan tidak mungkin melihat hilal di Cakung pukul 17.53 WIB karena di Jakarta pukul 17.53 WIB itu belum masuk waktu magrib. Ghozali juga menyebut kondisi Jakarta pada sore itu dalam keadaan mendung sehingga mustahil hilal bisa terlihat. Namun dalam wawancara dengan TVOne (20 Juli 2012) salah seorang saksi yang melihat hilal yaitu Nabil Jamhari membantah pernyataan Ghozali Masruri tersebut. Nabil menyatakan bahwa pada saat itu kondisi langit cerah dan sangat memungkinkan melihat hilal. Para saksi ini secara rutin melakukan latihan melihat hilal setiap bulannya sehingga kompetensi mereka tidak perlu diragukan. Mengenai jam melihat hilal yang dikatakan belum masuk waktu maghrib juga dibantah Nabil. Ia mengatakan bahwa jam maghrib yang digunakan Ghozali adalah berdasarkan metode hisab yang waktunya dalam penanggalan yang dicetak memang sengaja dilambatkan 2 menit. Jada pada hari itu waktu magrib di Jakarta sebenarnya adalah jam 17.51 WIB. Nabil sendiri melihat hilal pada jam 17.54 WIB.

Saat zaman Rasulullah SAW ketika ada seseorang yang melaporkan sudah melihat hilal maka proses berikutnya tidak seperti yang kita lihat tempo hari pada sidang isbath yang tidak berusaha menggali informasi lebih lanjut tapi malah prejudice dan cenderung menyalahkan. Rasulullah SAW memberikan contoh dengan langsung mengambil sumpah atas dasar kesaksian tersebut dan memerintahkan kaum Muslimin untuk melaksanakan puasa Ramadhan atau menetapkan 1 Syawal Idul Fitri. Dalam tuntunan Rasulullah SAW siapapun yang melihat hilal dan setelah disumpah kesaksiannya maka yang lain tinggal mengikuti. Jadi bukan pada banyaknya saksi yang melihat dan bukan pula pada ormas besar atau kecil yang melihatnya lalu keputusan diambil.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah untuk apalagi ada sidang isbath jika kesaksian dibawah sumpah tidak diakui? Tuntunan mana sebenarnya yang digunakan oleh para peserta sidang isbath tersebut? Tidak aneh jika Din Syamsudin menilai sidang isbat yang digelar Pemerintah hanya basa-basi karena pemerintah tidak mengakomodasi aspirasi-aspirasi dari ormas keagamaan yang ada. Pemerintah dalam sidang isbath hanya menentukan keputusan secara sepihak. Dari kejadian ini sudah selayaknya Pemerintah dan unsur-unsur ormas Islam agar segera mencarikan jalan keluar terbaik untuk mencari titik temu antara metode hisab dan rukyat serta juga agar penolakan saksi seperti yang terjadi pada sidang isbath 19 Juli 2012 lalu tidak terulang kembali di kemudian hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s