Haruskah Saya Golput?

pemilu2014Anda semua termasuk saya adalah anggota masyarakat yang sungguh kecewa dengan kinerja dan perilaku anggota dewan. Tidak semua memang, tapi terlalu sering kita membaca dan menyaksikan bagaimana perilaku mereka tidak hanya menyakiti tapi sudah pada tataran menjijikkan. Perilaku yang berkelanjutan yang akhirnya memberi stigma negatif yang susah dihapus. Pertanyaannya sekarang adalah apakah memang tidak ada lagi calon-calon legislatif yang layak untuk dipilih? Apakah dengan kekecewaan tersebut kita harus GOLPUT?

Berikut saya coba memberikan hitung-hitungan kalau kita memilih GOLPUT. Saya akan ambil contoh untuk wilayah Samarinda (Kalimantan Timur).

Jumlah Pemilih di Samarinda tahun 2014 = 568.000 ribu orang
Jumah kursi DPRD Tingkat II Samarinda = 45 kursi

Jadi untuk mendapatkan 1 kursi diperlukan 12.600 suara (568.000 : 45)

Angka GOLPUT di Samarinda :
Pileg 2004 = 22%
Pileg 2009 = 33%
Pilgub 2013 = 44%
Pileg 2014 = 44% (asumsi)

Jika golput (mis: 44%) + suara tidak sah (mis: 6%) total 50% maka hanya dengan 6.300 suara saja caleg sudah bisa berlenggang duduk sebagai anggota DPRD Tingkat II Samarinda. Bayangkan hanya dengan setengah sumberdaya saja mereka sudah bisa menjadi anggota parlemen. Dengan GOLPUT parpol dan calon legislatif golongan hitam yang selama ini banyak menyalahgunakan amanah justru bersukacita karena untuk meraih 1 kursi di parlemen menjadi lebih mudah. Dengan modal kapital golongan hitam yang besar, suara bisa mereka beli.

Meminjam pernyataan dari kawan-kawan GERGAJI (Gerakan Tagih Janji) Kaltim, dulu jaman orde baru golput adalah bentuk perlawanan karena Pemilu hanya sekedar legitimasi dari sebuah sistem yang otoriter. Sekarang di era reformasi kondisinya sudah jauh berubah. Dengan tidak memilih berarti kita turut membiarkan orang yang tidak kompeten, tidak berkualitas dan tidak berintegritas menjadi wakil rakyat. Wakil rakyat yang legitimasinya tidak kuat, integritasnya dipertanyakan, akan berdampak pada produk kebijakan yang tidak kuat pula.

Jika demikian kondisinya, haruskah saya dan anda semua tetap GOLPUT?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s