Tips Memilih Caleg

caleg_ilustrasi(26)Salah satu yang menyebabkan orang enggan ikut Pemilu selain alasan teknis, ideologis, apatis dan individualis juga karena kesulitan mengidentifikasi siapa yang harus dipilih. Keterbatasan informasi mengenai rekam jejak caleg membuat orang menjadi gamang dalam menentukan pilihan. Ada yang memang tidak tahu kemana harus mencari informasi, tapi ada juga yang sudah berusaha mencari tapi tetap saja tidak menemukan jawabannya.

Berikut beberapa tips yang mudah-mudahan bisa sedikit membantu dalam pemilihan calon legislatif :

1.  Tanya ke lingkungan terdekat (keluarga, teman, kerabat dsb) siapa calon yang layak pilih. Jika mereka menyebutkan nama, tanyakan alasannya kenapa mereka merekomendasikan nama-nama tersebut.

2.  Check & recheck. Telusuri lebih lanjut nama yang direkomendasikan tersebut. Bisa dengan menanyakan ke orang lain untuk mendapatkan “second opinion”, bisa juga dengan mencari melalui internet. Ketikkan nama caleg pada search engine seperti Google, Bing dsb.

3.  Jika kita sudah bertanya kesana-kemari tapi tetap juga tidak mendapatkan nama, silahkan mengakses website yang berisi informasi daftar caleg seperti www.JariUngu.com atau www.orangbaik.com. Walaupun informasi yang disajikan di website masih terbatas, paling tidak kita sudah memiliki gambaran umum mengenai caleg tersebut.

4.  Cek satu per satu nama yang ada dan coba diingat-ingat apakah caleg tersebut baru atau sebelumnya pernah menjabat sebagai anggota legislatif? Jika caleg tersebut sudah pernah menjabat, bagaimana selama ini ia menjalankan peran legislalasinya? Sudahkah ia kritis terhadap kebijakan dan pelaksanaan kebijakan dari Pemerintah yang kurang pas? Sudahkah ia memperjuangkan aspirasi masyarakat minimal pada dapil-nya? Jika caleg baru, bagaimana kiprahnya di masyarakat? Apakah masyarakat mendapat manfaat yang positif dari kiprahnya tersebut? Jangan lupa, ada juga caleg baru tapi sebelumnya pernah duduk sebagai pejabat eksekutif. Untuk caleg yang seperti ini lihat saja kinerjanya selama menjabat.

5.  Jangan pilih caleg yang sedang bermasalah secara hukum.

6.  Jangan pilih caleg yang saat kampanye melanggar aturan-aturan kampanye seperti memasang alat peraga kampanye-nya di lokasi-lokasi pelayanan kesehatan, gedung milik pemerintah, lembaga pendidikan (gedung dan sekolah), jalan-jalan protokol, jalan bebas hambatan, sarana dan prasarana publik, taman dan pepohonan. Logikanya sederhana, jika belum menjabat saja mereka sudah mengabaikan aturan, bisa dibayangkan bagaimana kelak jika mereka duduk sebagai anggota dewan.

7.  Jangan pilih caleg yang saat masa tenang tidak mencopot alat peraga kampanyenya bahkan masih melakukan kampanye secara diam-diam. Sekali lagi logikanya sederhana, mengangap sepele aturan adalah karakter yang akan terus terbawa jika kelak ia terpilih.

8.  Terakhir, jangan pilih caleg yang melakukan politik uang baik imbalan yang diberikan sebelum pemilihan, saat pemilihan maupun paska pemilihan. Yakinlah, caleg seperti ini tidak akan bisa bersih jika kelak ia terpilih. Ia adalah caleg golongan hitam yang akan menghalalkan segala cara agar keinginannya terpenuhi. Bagi masyarakat sendiri juga sudah saatnya menghapus slogan “ambil uangnya jangan pilih orangnya” karena slogan ini tanpa sadar malah mendidik masyarakat dalam melestarikan politik uang. Jika terbukti, yang memberi dan menerima akan sama-sama kena sanksi pidana.

One thought on “Tips Memilih Caleg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s